
Di sebuah pohon yg cukup besar menggantung beberapa bentuk rumah²an imut tempat makan burung² liar dimusim dingin. Saat kita tiba bbrp bajing yg sedang bermain dan melompat langsung melarikan diri ke atas pohon. Bentuk mereka agak kecil, berbulu hitan dan didadanya berwarna putih. Kita berdiri disana cukup lama, menikmati ketenangan hutan, kicauan burung, suara cipratan air sungai dibawah bukit dan cicitan bajing yg mungkin kesal krn terganggung oleh kita. Baru deh disini saya merasa menyesal kenapa tdk membawa kamera.
"Zugspitze"
Benar saza saudara²...rupanya tempat parkir loket Zugspitze-Eibsee fully booky padahal arealnya sangat luas. Pantesan aja kira² 1 km sebelum stasiun Eibsee saya melihat banyak mobil yg parkir dipinggir jalan. Rupanya mereka tdk mendptkan tempat lalu parkir disana truz jalan kaki yg lumayan jauh ke arah loket/stasiun Eibsee. Uwe jadi kehilangan semangat melihat situasi ini krn dia tdk suka berkunjung ke tempat yg penuh dan ramai, selain itu ceritanya malez ngantri ( lah...namanya juga lokasi turis Pak!). Saya berusaha utk membujuknya dan menjanjikan utk membelikan tiket naik kesana. Setelah diskusi yg agak alot, kita memutuskan utk naik Zahnrad dari kota Grainau ke arah Zugspitze Glacier (tempat utk main ski). Nanti kalau kita ingin melihat puncak Zugspitze bisa lanjut dgn naik kereta gantung. Saya memang sdh bbrp kali berkunjung ke Zugspitze hanya saja bukan di musim winter, selain itu saya juga belum pernah main ke Glacier-nya ( wong dibuka hanya dimusim winter aja sih ). Sebagai informasi bhw Zugspitze itu gunung yg tertinggi di Jerman ( hampir 3000 meter) dan nomor 2 di Eropa setelah Mountblanc.
Perjalanan dgn Zahnrad memakan waktu cukup lama apalagi disetiap stasiun dia berhenti ( cuma 3 stasiun sih ). Tp kita juga hrs mengerti bhw kereta ini bukan kereta expres melainkan kereta khusus utk naik ke atas gunung. Dahulu saya naik ke arah Zugspitze dgn menggunakan kereta gantung, ada rasa ngeri saat melihat kearah bawah krn gunung² berbatu siap menanti kereta yg jatuh. Jadi perjalanan dgn Zahnrad ini adalah pengalaman pertama saya. Ah...ya, ternyata harga tiket naik ke atas gunung dimusim winter lebih murah dari pada musim² lainnya.

Akhirnya sampai juga kita di Glacier ini, para pemain ski maupun snowboard dgn sepatunya yg cukup besar dan berat terdengar sangat ribut. Sinar silau pantulan dari salju menyambut kita keluar dari stasiun permainan ski. Pemandangan disekitarnya jangan ditanya... Subhanallah...benar² exciting and amazing . Saya hampir lupa utk mengambil fotonya. Pemandangan yg giant ini rasanya lebih indah jika anda melihatnya dgn mata kepala sendiri, sulit utk diungkapkan dgn sehelai foto atau untaian kata². Saya berjalan mengikuti langkah hati dan kaki meninggalkan thomas dan uwe yg asyik mengobrol. Ditempat tertentu saya berdiri dan tertegun melihat keindahan alam ini. Tiba² ada getaran tertentu didlm hati, saya tarik nafas dalam² agar tdk mengeluarkan airmata. Saya terkadang bisa menangis jika melihat pemandangan alam yg giant dan sangat indah, saat itu bisa saya rasakan betapa kecilnya kita manusia. Beberapa saat kemudian, saya tersenyum sendiri ketika melihat anak² maupun org dewasa (biasanya turis dari asia) yg asik bermain bola² salju, meluncur dgn sehelai papan plastik dari atas bukit atau ada yg menelpon teman,saudara maupun ortu utk berbagi kabar gembira bhw mereka sedang ada di Zugspitze. Dibawah sana saya lihat danau Eibsee yg membeku. Saya berharap semoga salju² yg ada di Zugspitze ini bisa bertahan cukup lama.


Menjelang siang kita masuk ke resto kaca utk mengganjal perut. Saya memilih salad dgn daging bebek goreng sedangkan uwe dan thomas lebih memilih sup. Rasa makanan di resto ini ternyata enak. Setelah itu kita memutuskan utk melihat hotel iglo (Iglodorf) yg letaknya agak ke atas bukit. Hotel yg dibangun dari ice dan bisa ditempati ttp katanya hrs booking jauh² hari. Saat keluar dari resto, tiba² uwe berkata bhw kepalanya terasa pening. Dia memaksakan utk berjalan bbrp meter ttp akhirnya dia membatalkan dan memutuskan utk turun dari gunung Zugspitze. Rupanya uwe terkena penyakit gunung, dimana jumlah oksigen semakin tipis jika gunung itu semakin tinggi (agak susah utk bernafas). Apalagi saat ini musim dingin, kelembaban udara juga rendah alias kering. Padahal dulu uwe tdk mengalami hal spt ini saat berada di puncak Zugspitze. Tetapi sptnya situasi digunung itu sering berubah dari musim ke musim. Saya dan thomaspun merasakan sedikit apa yg uwe rasakan. Oleh krn itu saya berusaha utk mengatur nafas dan gerakan, agar tdk terlalu memforsir tenaga.


Setelah itu kita memutuskan utk naik ke puncak Zugspitze dgn kereta gantung. Hanya dlm waktu hitungan menit, kita sampai di balkon puncak gunung tertinggi Jerman-Austria, yap gunung Zugspitze ini terletak tepat diperbatasan 2 negara. Kita disambut oleh hembusan angin dingin yg cukup kencang. Di beberapa sudut kita bisa membaca peta ttg nama² gunung disekitarnya. Berhubung cuaca yg cukup cerah, kita bisa melihat pemandangan yg amat sgt jauh, misalnya beberapa gunung di italia dan swiss atau melihat kota Münich. Katanya sih kalau lagi cerah kita bisa melihat pemandangan sejauh 200 km....menakjubkan bukan.
"Badersee"
Setelah puas melihat pemandangan Zugspitze dan sekaligus utk relaks, kita menuju kearah Badersee, yaitu sebuah danau alam yg bentuknya kecil, mempunyai air yg jernih dgn warna air biru kehijauan dan dipenuhi dgn ikan forelle serta bebek² liar. Dahulu saya pernah membaca papan pengumuman bhw dilarang utk memancing ikan didanau ini, jika tertangkap dikenakan denda sebesar € 500 ( dendanya mahal sekalee hanya utk bbrp ekor ikan saza ). Saya senang dpt melihat danau ini kembali, sayangnya loket utk meyewa perahu sdh tutup jadi kita tdk bisa berperahu ke tengah danau. Jika dilihat dari pinggir sptnya danau ini cukup dangkal tetapi menurut keterangan bag terdalam dari danau ini adalah 18 meter.

Uwe dan thomas memilih berjalan mengitari danau sedangkan saya lebih memilih utk beristirahat. Malam harinya kita makan diresto ditepi danau ini. Rasa makananya sangat enak terutama ikan gorengnya.

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen