Mittwoch, 19. Dezember 2007

Osnabrück Weichnachtsmarkt

Seperti kita ketahui setiap akhir bulan November hingga beberapa hari menjelang hari natal, dibanyak kota di negara Jerman selalu mengadakan pasar natal ato disini biasa disebut Weichnachtsmarkt, tidak terkecuali kota Osnabrück. Weichnachtsmarkt dibuka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Biasanya jika cuaca cukup ramah, hampir setiap malam selalu dipenuhi pengunjung. Para pengunjung ini tidak hanya datang dari kota Osnabrück, tetapi juga dari kota tetangga maupun negara tetangga dlm hal ini Belanda, bahkan ada beberapa turis dari Inggris, Spanyol maupun Amerika.

Stand yg berdiri di pasar ini menawarkan beraneka ragam makanan, minuman, hasil pekerjaan tangan, permainan utk anak² bahkan live musik. Para pengunjung selain bisa melihat Weichnachstmarkt, bisa juga berjalan² dipusat kota Osnabrück sekedar utk ber-window shopping . Berikut sekilas kesan dari Weichnachtsmarkt.

Ini adalah komedi puter yg sdh cukup tua, tetapi krn mempunyai sejarah dgn pasar malam Osnabrück dan juga masih berfungsi, jadi setiap thnnya selalu meramaikan pasar malam ini.

Duuuuh....warna permennya cukup mengkhawatirkan tetapi sgt disukai oleh anak².



Ada beberapa kelompok anak sekolah dasar yg berusaha mengumpulkan sumbangan dgn cara bermain musik. biasanya dana yg dihasilkan akan disumbangkan utk negara dunia ke 3 yg tinggal dipedalaman.

Salah satu ciri khas roti/kue dari Jerman dgn aroma spekulas


Makanan ini terbuat dari Marzipan (kacang Almond). Marzipan ini bisa dibentuk dan diolah utk berbagai motif dan hiasan.

Ini adalah Liebesapfel, buah apel yg dilumuri karamel dan diberi pewarna.


Pedagang biji/buah Kastanian. Biji Kastanian ini digongseng terlebih dahulu baru kemudian bisa dimakan, rasanya agak mirip biji nangka tapi lebih empuk.



Kerajinan tangan dari kayu asli dari kota Harz.


Beberapa hari lagi Weichnachtsmarkt akan berakhir. Sampai jumpa di pasar malam thn depan (insya Allah)......Auf Wiedersehen....see u later....


Donnerstag, 6. Dezember 2007

Brugge

Kota Brugge dipilih uwe secara spontan, beberapa jam sebelum kita meninggalkan rumah. Seorang sahabat dan tante-nya menyarankan dia utk berkunjung kesana. Robin (temannya uwe) berkata bhw kota ini cukup unik, banyak bangunan tua dgn kanal² kecil. Menurut Robin kota Brugge mirip dgn kota Venice tp dlm bentuk mungil. Sejak thn 2000 kota Brugge termasuk kota yg dilindungi oleh Unesco, lebih lanjut kalian bisa melihat byk foto menarik ato baca ttg kota Brugge disini.
Saya booking hotel utk bermalam di Brugge dari internet di rumahnya Susan. Sebuah hotel dgn bentuk bangunan tradisional, namanya hotel Panenhuis ( ada Parkir gratisnya, harap diingat bhw di byk kota di Belgia tempat parkir jarang ada yg gratis ). Kota Brugge berada disebelah Timur kota Brussel, agak kearah laut. Jarak dari Brussel ke Brugge ditempuh dgn waktu sekitar 45 menit melalui jalan tol. Saat itu hari Minggu, jadi suasana jalan tol cukup tenang dan tidak penuh.

Kita datang dihotel lebih awal dari perkiraan, jadi belum bisa masuk kamar krn masih dibersihkan. Ruangan didlm hotel terkesan nyaman, penuh dgn ornamen dari kayu dan ada tungku perapian diruang tunggu. Kita hanya chek-in, nitip koper dan cabut ke arah pusat kota. Sebelum itu sang pemilik hotel, pria setengah baya dan berkaca mata, memberikan kita peta dan sedikit informasi mengenai Brugge. Dia juga menawarkan apakah kita berniat utk makan malam di resto mereka. Berhubung perut kita blom lapar dan juga kita belum tahu dimana nanti akan malam, jadinya kita tidak memesan tempat disana.

Kota Brugge ini dikelilingi oleh Kanal, dimana para turis bisa menaiki semacam perahu dan mengitari bagian dari kota disertai seorang guide. Saya tidak tahu bahwa kota Brugge itu cukup terkenal, terlihat dgn masih banyak turis dari manca negara yg datang kesini. Menurut saya yg menarik dari kota ini adalah bentuk bangunannya, yg walaupun sdh tua tapi terawat rapi. Sayang banyak diantara bangunan ini yg akhirnya menjadi toko², cafe maupun resto. Ah...ya, cara lain menjelajahi Brugge yaitu dgn naik kereta kuda yang kusirnya sebagian besar adalah wanita. Di bag belakang pantat kuda tersedia sebuah kantung utk menampung kotoran sang kuda. Jadi suasana di kota tetap terlihat bersih walaupun sang kuda berkali² mengangkut para turis utk mengitari kota.

Hari itu adalah hari-nya uwe krn kemarin sewaktu di Brussel adalah hari-nya saya. So...jadi kali ini saya yg hrs manut kpd uwe. Tp walopun demikian saya bebas bisa pergi ketempat yg saya suka dgn membuat perjanjian terlebih dahulu. Terkadang boring juga sih mengikuti langkah uwe yg asyik hunting foto (sayang saya tdk bawa kamera- hanya handycam). Ceritanya waktu itu saya berpisah dgn uwe dan masuk kedlm S'market, ingin mencari kuker special dari Belgia (ingat tdk cerita ttg di resto). Voila.....ketemu euy, saya beli bbrp kotak karton dan kotak kaleng (klo yg ini dicampur dgn waffel). Kalian pasti tahu kan bhw negara Belgia juga terkenal dgn waffelnnya.


Setelah capek putar² kota kita duduk disebuah lapangan besar ditengah kota, asyik melihat turis² yg lalu lalang sambil makan kuker. Uwe menawarkan saya utk naik perahu tp saya tolak krn cuaca yg kurang bagus, dingin dan berangin. Sedangkan perahu-nya tdk mempunyai pelindung (atap atau kaca depan/samping utk menahan angin). Menjelang senja cuaca benar² menjadi kurang ramah, sempat turun gerimis kecil. Kita memutuskan utk kembali ke hotel sebelum hujan benar² turun.

Kita akhirnya memutuskan utk pesan tempat di resto hotel. Setelah waktu yg ditentukan kita turun ke ruangan tunggu krn kompor resto baru saja dinyalahkan. Saat turun dari tangga, saya sempat melihat koleksi foto² yg terpajang disana. Sebuah foto sgt menarik perhatian saya krn spt-nya saya mengenal wajah wanita yg ada difoto tersebut, diapit oleh pemilik hotel dan sang istri. Lalu saya berkata bhw wanita itu adalah "Chaterine de neuf, seorang artis kondang dari Perancis . Ternyata dugaan saya dibenarkan oleh pemilik hotel. Woooowww.....kalau Chaterine de Neuf pernah makan disini, itu berarti kita akan mendapatkan makan malam yg ....mmmm...mmmm dong....penasaran deh jadinya.

So, kita dipersilahkan duduk terlebih dahulu didepan perapian, suasananya hangat dan romantis. Kemudian kita diberi buku menu yg cukup besar. Saya memutuskan utk pesan menu ikan krn saya ingin tahu standar di resto ini. Biasanya kalau resto berkwalitas memiliki saus yg enak sbg teman makan ikan, saus yg rasanya lembut, ringan dan handmade (bukan saus instant). Kalau uwe spt biasa...apalagi kalau bukan filet steak. Saat menunggu pesanan, kita mendapatkan opening menu gratis, kalo disini dibilang "einen Grüss aus der Küche" (sebuah salam dari dapur). Ada 3 bentuk imut berbaris di piring panjang segi 4, berisi smoked salmon yg dihias dgn sehelai roti hitam ( aroma dan rasanya mild, tdk smoky & fishy ), mousse dari hati angsa yg lembut dan ikan hering yg diberi salat ketimun. Rasanya saudara²....jangan ditanya...super lecker. Saya yg biasanya tdk suka dgn smoked salmon aja mau memakannya.

Kemudian kita dipersilahkan masuk kedlm resto. Tak lama kemudian datanglah pesanan kita. Rasa ikan dan sausnya benar² spt yg saya harapkan demikian juga dgn filet steak uwe, rasanya lembut spt butter. Singkat cerita kita benar² puas dan cukup kenyang. Krn masih penasaran kita memutuskan utk memesan dessert berupa Zabaione. Yg membuat adalah pemilik hotel sendiri dan membuatnya didepan kita. Menurut saya, membuat zabaione itu sgt melelahkan krn hrs selalu diaduk diatas api, jadi kasihan melihat bapak tersebut. Tadinya saya takut nanti tdk bisa menghabiskan sang zabaione (saya tdk suka dessert hangat). Tp rupanya dgn cepat zabaione segera lenyap. Malam itu kita amat sgt puas dgn service dari resto ini. Sebagai pesanan terakhir kita minum espresso, kita diberi sepiring kuker mungil dan praline. Krn kenyang, saya membungkus bbrp potong praline utk teman diperjlnan besok (idiiih...nggak mau rugi ). Oleh krn itu jika anda kebetulan main ke kota Brugge, saya rekomendasikan utk makan di resto Pannenhuis ini.

Esok harinya kita cabut menuju home sweet home, melalui route yg sama dgn pemandangan yg membosankan. Yg parahnya, hari itu kita pulang diiringi hujan yg turun sejak dari Brugge hingga sampai ke rumah ( 4jam ). Tapi yg terpenting kita tiba dgn selamat hingga ditempat tujuan.


Wokidoki...sampai jumpa dicerita selanjutnya......