Akhirnya kira² jam 2 siang kita sampai di kota " Mittenwald ", tepatnya di depan hotel "Kärntner Alm" yg terletak dikaki Kranzberg (gunung Kranz ). Sepanjang perjalanan antara kota Garmisch Patenkirche - Mittenwald kita disuguhi pemandangan yg sangat indah. Gunung² yg ditaburi salju bisa kita lihat dari dlm mobil, dibeberapa tempat kita bisa melihat banyak org yg melakukan olahraga Langlauf (mirip olahraga ski).
Sayang seribu sayang, rupanya efek dari pemasanan bumi mempunyai imbas di Jerman bag selatan dimusim dingin tahun ini. Salju yg biasanya masih menumpuk di beberapa kota ternyata sdh pada mencair atau bahkan menghilang sama sekali. Jika ingin melihat salju hrs naik ke atas gunung. Pemilik hotelpun mengatakan bhw hal ini sgt tdk normal. Apa mau dikata, kita harus menerima kejadian ini dan kita hrs lebih bisa menikmatinya selama keindahan alam itu masih ada.

Setelah berbasa-basi sebentar dgn pemilik hotel, kita istirahat sebentar didlm kamar. Setelah itu kita turun ke resto hotel utk makan siang. Saya dan uwe sdh bbrp kali menginap di hotel ini dan sgt puas dgn service mereka sehingga kita mau datang lagi. Hotel mungil ini dikelolah oleh sepasangan suami-istri muda yg sgt ramah. Disuatu kali mereka bercerita bhw bulan Mei nanti mereka akan berliburan ke Bali. Saya sgt senang sekali dgn rencana mereka, maklum....nama Indonesia di kota kecil ini tdk terlalu terkenal.

Siang itu saya makan salat, uwe dan thomas lebih memilih makan sup mie. Sambil makan kita diskusi sebentar ttg rencana selanjutnya. Kita memutuskan utk naik ke gunung Kranzberg (tingginya 1200m) dgn menggunakan Sessellift ( lift kursi) dan turunnya jalan kaki. Soale kalau naik ke gunungnya jalan kaki nggak kuat bow....jalannya terus²an menanjak. Truz kita menuju ke loket utk membeli tiket naik sebesar € 4,50/org sekali jalan. Perjalan dgn Sessellift ini cukup enak hanya saja kita tdk bisa bergerak bebas...takut jatuh bow....Saya sempat memoto pemandangan disekitar dan depan saya, kalau ke belakang sgt susah. Padahal saya ingin sekali memoto uwe dan thomas yg duduk dibelakang saya. Lalu saya gerakkan kamera kearah belakang dgn cara asal-asalan. Habis gimana mo mendptkan fokus yg bagus, wong kepala saya aja nggak bisa digerakkan ke arah belakang, hanya tangan yg bisa bergerak bebas. Hasilnya lumayan deh utk kenang²an



Saya sgt suka dgn pemandangan alam dan pegunungan disekitarnya, dan sgt menikmati perjalanan dgn Sessellift ini walopun semakin tinggi lift ini bergerak hawa juga semakin dingin. Beruntung saya membawa sarung tangan yg cukup tebal. Tiba diatas kita jalan² sebentar. Sebenarnya kita ingin melakukan hiking ato wandern disekitar atas gunung tetapi krn waktu yg semakin senja, kita memutuskan utk turun gunung saat itu juga. Perjalanan menuju kebawah sangat menarik walaupun kita hrs agak sedikit berhati² krn dibeberapa tempat terdapat ice licin dari salju yg membeku. Selain itu kita semua juga asyik dgn acara jepret sana-sini.



Akhirnya sampai juga kita dibawah, perjalanan tadi memang menarik tapi juga melelahkan. Bisa kalian lihat betapa miringnya kaki gunung ini. Jalan utk turun dan naik ke atas gunung terbagi 2, ada yg utk pejalan kaki dan ada yg utk kendaraan. Tetapi jalanan beraspal dan berbatu ini hanya digunakan utk kendaraan penjaga hutan bukan utk umum. Utk turis² yg tdk cukup latihan, perjalanan ke atas gunung bisa sgt melelahkan dan membutuhkan banyak energi. Tetapi bagi org yg sdh terlatih hal itu tdk menjadi kendala. Wong saya pernah bertemu dgn seorg kakek² yg berjalan ke atas sedangkan saya dan uwe justru lebih memilih perjalan turun. Tetapi saya sdg berjanji bahwa kalau ada rejeki dan umur, di lain kesempatan saya akan mencoba utk jalan kaki ke atas gunung Kranzberg.

Malam harinya kita putuskan utk makan di resto hotel, ngobs sebentar dgn pemiliknya dan setelah itu cabut ke kamar.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen