Dienstag, 22. April 2008

Bremen and Dianne Reeves


"Bremen"



Kemarin saya diajak uwe main ke kota Bremen sekalian malam harinya akan menonton konser musik Jazz dari Dianne Reeves. Saya tdk mempunyai planning ttg tempat² yg ingin saya lihat di Bremen, kita jalan² sesukanya. Jika ada yg menarik saya mencoba utk menjepretnya. Kebetulan kemarin matahari bersinar dgn ceria hanya saja angin dingin dan terkadang cukup kencang sering berhembus.




Jika anda berkesempatan berkunjung ke Bremen, ada beberapa sudut menarik yg bisa anda lihat, misalnya jalan yg bernama Böttcher. Disini kita bisa melihat arsitek rumah² tua yg sebagian besar terdiri dari bata merah.


Setelah makan siang kita mencoba naik kapal yg menelusuri sungai Wesser. Kapiten kapal bertindak sebagai guide, menceritakan bbrp sejarah yg ada disepanjang sungai. Ada mercu suar tua maupun 2 buah lorong, dimana dahulu saat PD II disini tempat bersembunyinya kapal selam milik Jerman. Ada juga bbrp kapal tua yg dijadiakn cafe ataupun hotel. Pemandangan disepanjang sungai ini menurut saya tdk terlalu menarik krn kebanyakan disana berdiri pabrik², mulai dari pabrik bier serta cornflakes ( waktu lewat pabrik ini kita bisa mencium aroma jagung bakar mirip aroma popcorn rasa gula) atau gudang semen serta kayu maupun beberapa kapal container yg asyik parkir disana. Yg menarik menurut saya adalah disepanjang sungai Wesser ini (disekitar pusat kota) banyak berdiri kursi² panjang dimana penduduk kota Bremen atau turis² bisa melepaskan lelah, sekedar menikmati sinar matahari atau bercengkrama dgn teman.

Berhubung kita masih mempunyai waktu beberapa jam sebelum acara konser dimulai, kita berusaha mencari letak gedungnya. Krn merasa yakin tahu dimana letaknya, lalu kita berjalan tanpa menggunakan peta hingga akhirnya terdampar di gang atau jalan yg bernama "Schnoor". Awalnya daerah ini terlihat biasa² saja tetapi ada yg menarik krn warna² dari rumah itu cukup berani, mulai dari warna ungu tua, biru tua, hijau tua, demikian juga dgn warna² dari kotak pos disetiap rumah juga warna yg nge-jreng. Hingga disuatu sudut kita melihat sebuah gang yg sempit, jika dilihat agak² mirip dgn gang yg ada diperkampungan Jakarta.


Krn penasaran kita memasuki gang tersebut yg rupanya semakin lama malah membuat penasaran krn mirip labirin. Malahan diantara gang² tersebut ada yg sgt sempit hanya memuat 1 org saja. Ternyata daerah Schnoor benar² menarik krn kita bisa melihat gambaran lain dari kota Bremen. Bentuk rumah² yg mungil dan cute, selain itu ada banyak toko² milik private yg menjual hasil karya sendiri atau menjual brg² unik serta antik



"Dianne Reeves"


Konser Dianne Reeves diselenggarakan di "Glöcke", sebuah gedung konser tua dan antik yg bag dalam gedungnya sdh direnovasi menjadi ruang konser musik yang cukup luas dan modern. Sekedar info bhw Dianne Reeves itu salah satu penyanyi Jazz terkenal dunia. Saya bukan fans dari musik Jazz atau jenis golongan tertentu, saya terbuka utk mendengar segala jenis musik mulai dari keroncong hingga Rock, tapiiiii...... ada tapi-nya nih, selama musik itu enak terdengar ditelinga saya. Saya juga tidak terlalu mengenal Diana Reeves, tapi mungkin secara lalu pernah mendengar suaranya. Saat dibelikan tiket bulan yg lalu saya juga tdk terlalu bersemangat utk melihat konser ini. Tetapi semalam saat melihat live konser-nya, saya benar² terpana. Suara penyanyi ini sangat lembut, indah mengalun tetapi bisa juga dalam dan tinggi.



Sayangnya niiih...ternyata pihak penyelenggara tdk memperbolehkan penonton utk mengambil foto saat konser berlangsung. Mantel juga harus diserahkan dibagian penitipan, pokoke peraturan digedung ini agak mirip jika mo nonton opera. Nah.....waktu konser mo habis saya nekad mencoba utk mengambil foto (ngambilnya juga agak ngumpet ²). Weleh²......hasilnya benar² nggak bagus. Jarak saya dan panggung cukup jauh, ruangan juga gelap truz motonya tanpa blitz (soale ada penjaga pintu dekat saya). Pokoke benar² tdk bagussss...syebellll....

Tapi akhirnya uwe, dirk serta thomas bisa berfoto bersama salah satu penyanyi kesayangan mereka (sayang wkt itu saya hrs pergi ke toilet). Penyanyi ini walaupun terkenal tetapi sgt ramah, ke 3 org ini sempat berbicara dgnnya.



Samstag, 5. April 2008

Hintersee dan Zauberwald - I

Mittenwald at Night
Malam ini adalah malam terakhir kita di Mittenwald. Kita mengambil foto kota ini ditengah malam yg kebetulan saat itu sang rembulan baru saja ingin menampakkan cahayanya yg tersembunyi dibalik gunung.
Pagi hari kita sarapan spt biasa, santai dan cerita ttg liburan pertama bersama dgn thomas yg kesimpulan akhirnya adalah kita bertiga puas. Setelah itu saya masuk kamar utk membereskan bbrp peralatan. Hari ini kita akan berpisah dgn thomas, krn dia akan melanjutkan perjalanannya menuju H'kong, sedangkan saya dan Uwe melanjutkan acara liburan menuju Zauberwald ( magic forest). Kita akan mengantar thomas menuju kota Garmisch Patenkirche utk mengejar kereta menuju Münich dan lanjut menuju Frankfurt. Jarak Mittenwald - Zauberwald kira² 184 km, melalui jalan tol negara Austria yang artinya kita harus beli vignette (stiker utk menggunakan jalan tol, ditempel dikaca depan).

Sekedar informasi bhw jalan tol di beberapa negara eropa mewajibkan kita utk bayar. Misalnya dinegara Swiss, kita hrs beli vignette dgn biaya € 30, berguna utk 1 tahun. Kalau di Austria bisa beli vignette seharga € 10 berlaku selama 1 minggu. Jangan sesekali anda bertindak ceroboh utk tdk membeli vignette walaupun di perbatasan tdk ada yg menjaga (kecuali swiss, negara ini bukan uni eropa jadi di perbatasan ada petugas penjaganya). Krn ditempat tertentu akan ada polisi yg mengawasi secara diam² (Austria). Vignette bisa dibeli di pom bensin menjelang memasuki perbatasan suatu negara. Sedangkan di Itali dan P'cis, kita bayar tiketnya mirip di tol Jakarta, terkadang dilayani oleh manusia terkadang dgn mesin. Seingat saya hanya jalan tol di negara Jerman, Belanda dan Belgia yg masih gratis.


Menjelang petang kita tiba di hotel "Wörndelhof", hotel kecil yg terletak didaerah yg cukup sunyi. Tidak jauh dari hotel ada sebuah danau alam yg bernama Hintersee dan juga sebuah bukit/hutan yg bernama Zauberwald. Katanya sih bagi para penggemar hiking daerah Bayern, nama Zauberwald sdh tdk asing lagi. Kita istirahat sebentar dikamar sekedar melemaskan kaki dan mengisi perut. Rencananya nanti saya ingin melihat pusat kota Berchtesgaden. Dahulu saya pernah main ke daerah Berchtesgaden (bukan pusat kotanya) utk melihat danau Königsee - naik perahu ke St Bartolome dan naik keatas gunung Kehlstein. Waktu itu saya diajak oleh mutti yg ikut program Salzburg Festspiel tour (tanpa uwe) . Yg saya ingat dahulu saya pernah melalui sebuah jalan yg pemandangannya sangat menarik oleh krn itu saya tertarik utk melihat jalur ini lagi. Kita lihat saza nanti apakah waktunya mencukupi krn dimusim winter matahari dgn cepat bersembunyi.


Hujan rintik² halus menyambut kita tiba di pusat kota Berchtesgaden . Dgn santai kita jalan menelusuri kota ini. Sempat mampir disebuah toko serta cafe utk minum teh, kue serta membeli bbrp bungkus permen. Entah mungkin krn suasana winter kali ini yg tdk menarik atau krn bbrp proyek pembangunan di pusat kota, jadinya menurut saya kok kota Berchtesgaden kurang menarik utk dikunjungi. Tadinya kita ingin melihat danau Königsee dan Kehlstein tetapi krn sang mentari yg mulai meredup jadinya mengharuskan kita kembali ke hotel. Kita makan malam di hotel dan seperti biasa saya memilih makan ikan goreng forelle yg rasanya uhuy. Habis makan malam uwe agak menggerutu krn sdh hrs berada didlm kamar . Kita nggak bisa pergi kemana-mana krn daerah ini benar² sunyi, kota besar terdekat jaraknya 20 km. Rasanya malez pergi dikegelapan dan lika-liku daerah pegunungan hanya utk jalan² dikota lain. Saya sih cuma senyum² sendiri...wong dia kok yg planning utk liburan kali ini.