Dienstag, 11. November 2008

Bazaar in Beverwijk


Sabtu pagi itu saya bangun seperti biasa, cuaca hari itu kurang bersahabat, awan kelabu datang silih berganti. Sang tuan rumah masih tertidur pulas maklum semalam mereka bertiga asyik nonton film dan bincang². Setelah badan segar, saya menghangatkan nasi rames yg saya beli kemarin pagi dari toko joyce. Di toko itu saya sempat membeli bbrp barang, misalnya bumbu pecel karang sari, sambal abc dan permen kopiko dgn 2 rasa. Saya tdk membeli banyak brg krn produk yg dijual tdk saya kenal. Rasa nasi ramesnya lumayan deh, apalagi ada sayur urabnya. 1 Porsi harganya kira² € 8, kita bisa memilih jenis masakan yg akan kita campur (pilihannya cukup banyak).


So....setelah tuan rumah bangun tidur, ngopi dan sedikit ngobs, akhirnya kita ber 5 berangkat menuju Bazaar - Beverwijk. Kota Beverwijk terletak di bag utara barat Amsterdam, kira² 27 km dari rumahnya susan atau 10 km dari kota Haarlem. Kali ini yg menjadi supir dan guide adalah daan. Enak juga loh kalau jalan² di belanda ditemani oleh org belandanya, jadi terkadang kita mendapatkan informasi yg detail ttg suatu hal. Saya sebenarnya tdk punya gambaran ttg Bazaar ini, hanya sedikit cerita dari susan ttg bumbu² yg dia beli di tempat tersebut. Makanya saya agak sedikit khawatir bhw brg² yg saya cari atau pesanan dari teman tdk bisa saya temukan tetapi disisi lain saya penasaran dgn isi dari Bazaar ini.


Kita membeli tiket masuk seharga € 2/ org. Acara pertama kita memasuki sebuah bangunan berwarna merah yg bernama china town. Disini banyak terdapat kios² brg elektronik, agak² mirip glodok deh tp dlm porsi kecil. Saya tdk mengenal merk produk yg dijual di bagian ini, mungkin brg impor dari china. Lalu ada bagian manicure dan pedicure yg jumlah kiosnya banyak sekali. Ada yg menjual baju² china dgn warna²nya yg kuat, celana jeans, samurai, patung² dari kayu, dll. Pokoke bangunan ini dikuasai oleh org asia....terang saza namanya juga china town. Ah ya, saya tdk mengambil foto² disini krn menurut saya situasinya tdk menarik.
Dibagian belakang terdapat kios² makan ato biasa disebut food-court, kebanyakan sih makanan asia (vietnam, chinese, thai) tetapi ada juga masakan suriname (wajahnya mirip org Indo) serta sebuah kios masakan arab. Suasananya agak mirip pasar malam Den Haag. Uwe memesan masakan chinese sedangakan susan, daan serta nicolet memesan falafel. Klo saya tdk memesan apa² krn dirumah sudah sarapan nasi rames.


Dari situ acara lanjut menuju asia supermarket. Saya diolok-olok oleh uwe dan susan krn katanya irama jalan saya kok menjadi cepat dan mata saya katanya berbinar².....syebel deh. Bentuk asia s'market ini cukup besar kira² 2x dari asia shop di kota saya. Saya langsung mencari brg² yg saya butuhkan. Alhamdulilah.....saya menemukan tempe segar, pete segar, pop mie cup, emping fina (ada bbrp jenis emping loh), ting-ting gepuk, keripik pisang sudiro, keripik singkong kusuka, kecap cap bango di botol besar, kemiri, dll deh. Pokoke produk Indo yg dijual disini cukup banyak. Sayang....sambal terasi dan bumbu rendang cap ibu tidak bisa saya temukan. Sebagian besar brg² yg di jual di TI ada di supermarket ini dan harganya lebih miring loh. Didepan supermarket ada kios yg menjual kue² basah, bahkan nasi uduk dan nasi kuning. Saking senangnya saya tidak ingat utk memoto situasi ini. Akhinya kereta belanjaan menjadi penuh oleh brg² kami berlima. Setelah itu kita memutuskan utk membawa belanjaan tersebut ke mobil dan nanti masuk kembali dgn cara distempel di bag tangan (mirip stempel dufan).



Kemudian acara lanjut dgn masuk ke bangunan yg sepertinya menjual sayuran dan buah segar. Saat masuk kesana saya jadi teringat pasar tradisional di Indo, ada banyak sayuran dan buah segar dipajang secara menarik. Sang penjual sesekali berterik menawarkan dagangannya. Hati tergelitik utk membelinya tetapi saya putuskan nanti saja. Dari situ kita lanjut menuju daerah bumbu halus. Kita sdh bisa mencium aroma yg tersebar diudara....aroma bumbu dari berbagai jenis terutama yg aromanya mirip² masakan timur tengah atau negara afrika. Saya menyukai suasana disini, sepertinya saya tidak berada di negara belanda, melainkan disebuah negara lain. Ada banyak bahan makan yg dijual mulai dari kacang²an, buah olive dgn berbagai rasa, buah²an yg dikeringkan, bumbu halus dgn berbagai warna, resto² shoarma, bakerie yg menjual roti org arab serta dessert-nya org arab, apalagi kalau bukan baklava.


Saya sempat mencoba baklava ini, rasanya enak tdk terlalu manis (sebenarnya memang manis krn bahan utamanya adalah madu). Dahulu saya pernah membeli baklava disebuah Mall tetapi saya tdk menyukai. Baru kali ini saya menyukai dessert yg satu ini apalagi pilihannya ada banyak selain itu masih fresh. Cukup lama kita putar² disekitar tempat ini, setelah capek akhirnya kita masuk ke sebuah kedai kopi dan meminum kopi yg cukup harum dan enak (ealaaah...kok saya jadi peminum kopi sih yah). Andai saja perut saya kosong, ingin rasanya saya mencoba makan shoarma di bazaar ini, aromanya benar² menggoda. Di Bazaar saya sempat membeli beberapa bumbu halus yg tdk bisa saya dapatkan di kota tempat saya tinggal, sekantung jeruk mandarin dan seporsi buah olive.


Setelah itu kita lanjut ke gedung sebelah dimana disini banyak dijual benda² yg berbau arab, misalnya baju², sajadah, mandolin, shisha, piring² keramik besar dgn motif afrika/arab, nampan, dll. Tadinya kita ingin keluar menuju mobil tetapi rupanya diluar sana hujan turun dgn derasnya. Akhirnya kita masuk kembali sambil putar sana sini hingga akhirnya landas disebuah resto utk minum kopi lagi krn uwe ingin sekali mencoba kopinya org turki. Pelayannya berpakaian ala ali baba dan bersikap ramah serta lutcu, dia menjamin bhw kopi mereka asli turki (memangnya di turki ada pohon kopi ya ?? ). Memang sih...menurut sejarah, org turki lah yg memperkenalkan kopi kpd bangsa eropa. Tetapi kalau dibandingkan dari rasa, menurut saya kopi di kios pertama lebih enak dan lebih wanggi dari pada di resto ini.

Akhirnya.....setelah kaki dan badan terasa pegal kita memutuskan utk pulang ke rumah....see u next time Bazaar......


Hari Minggunya kami jalan² ke sebuah tempat yg bernama Vinkeveen, kira² 10 km dari Amsterdam, dimana disini kebanyakan rumah dibangun diatas air. Saya tdk bisa membayangkan bagaimana jika air laut pasang apakah rumah dan halaman akan terendam air atau tidak. Malahan ada beberapa rumah (mungkin rumah tua) yg pondasinya sudah miring seperti kebanyakan banguna tua di kota Amsterdam. Selain itu di Vinkelveen ini ternyata banyak dibangun rumah² luxus yg designnya agak berbeda dgn kebanyakan rumah² di Holland. Hari itu kita agak cepat kembali ke rumah krn malam harinya kita akan main ke Amsterdam city utk mengundang susan serta daan makan malam di resto Thai yg bernama Kooning vaan Siam.

Malam hari kita main ke Amsterdam city, sempat putar² sebentar didaerah red light. Rupanya malam itu masih cukup banyka turis yg berkunjung disini. Kalau saya bandingkan rupanya daerah red light ini lokasinya sdh mulai berkurang, tdk ramai seperti dahulu. Beberapa aquarium (ruang kecil berkaca) mulai terisi wanita berpakaian minim. Banyak turis terutama kaum adam yg melihat atraksi tersebut, ada yg tertawa nakal, tersenyum, diskusi dan lainnya. Jujur saja...didlm hati ini agak miris saat melihat wanita tersebut. Rupanya hari Minggu resto yg akan menjadi tujuan kita sedang tutup. Setelah putar sana-sini dan bertanya kpd bbrp turis yg keluar dari sebuah resto, akhirnya kita memutuskan masuk ke resto thai yg bernama Bird. Menurut saya rasa masakan resto thai ini agak lebih enak dari pada resto thai Dynasty. Jika kalian suka masakan thai, resto ini patut anda coba.










Mittwoch, 5. November 2008

Amsterdam and Enkhuizen


Minggu lalu tepatnya hari kamis sore kita berangkat menuju Amsterdam, selain ingin melihat konser penyanyi Lizz Wright (klo mo lihat dia nyanyi bisa klik disini) kita juga ingin mengunjungi susan serta daan. Rencananya kita akan tinggal dirumah mereka selama 5 malam. Alhamdulilah perjalan dapat kita tempuh dgn cukup lancar. Kita sempat mampir sebentar di kota Deventer sekedar utk melemaskan kaki juga menunggu waktu. Kira² jam 5 sore kita sampai ditempatnya susan.


Setelah istirahat sebentar acara lanjut menuju pusat kota Amsterdam, tujuan kali ini adalah resto itali tempat biasa kita ber4 berkumpul. Setelah itu kita menuju ke gedung konser Paradiso. Ternyata ruangan sdh mulai terisi cukup banyak walaupun waktu konser masih 1 jam. Malam itu gedung tua tempat acara konser berlangsung benar² dipenuhi penggunjung. Konser musiknya sangat menarik walaupun ada banyak lagu yg tidak saya kenal. Saya sengaja tdk membawa kamera ke dlm gedung krn kamera yg saya punya tdk bisa dipakai didlm ruangan yg terlalu gelap.



Keesokan harinya kita berencana utk pergi ke Volendam krn dahulu susan pernah berjanji utk berfoto bersama dgn pakaianan tradisional ( sebenarnya susan paling benci dgn acara beginian). Rupa²nya hari itu susan sangat beruntung krn saat bangun tidur dia merasa tdk enak badan dan disertai pilek, mirip gejala demam. Seperti diketahui bhw Volendam itu kan terletak di pinggir laut dimana hembusan anginnya cukup kencang. Selain itu cuaca diluar juga kurang ramah. So....dari pada nanti ada apa² dgn susan akhirnya saya membatalkan acara piknik utk hari itu. Saya sempat sedih krn hari itu tidak melakukan kegiatan apa², tp sore harinya susan mengajak kami ber4 utk keluar rumah sekedar berjalan² disekitar pusat perbelanjaan.


Hari jum'atnya kita bertiga berencana utk mengunjungi kota Enkhuizen, daan tdk bisa ikut krn siang harinya harus masuk kerja. Kota Enkhuizen terletak disebelah utara kota Amsterdam, jauhnya kira² 60 km. Menurut saya kota Enkhuizen adalah kota kecil yg sgt manis, ada dermaga tempat parkir perahu² nelayan yg terlihat agak antik , banyak pohon² besar dan tua yg berjejer disepanjang dermaga, ada taman tempat beristirahat serta banyak bangunan tuanya.


Saat melewati sebuah taman kita bertiga sempat berhenti cukup lama utk melihat atraksi seorang wanita yg sedang melatih anjing miliknya. Saya tdk tahu nama jenis anjing ini ttp jenis anjing yg satu ini terkenal sgt cerdik dan biasanya dipakai oleh pengembala atau peternak domba utk menjaga hewan peliharaannya. Saya sempat memberikan applaus beberapa kali krn kagum melihat kepiawaian binatang yg satu ini.


Setelah cukup lama berjalan² dan sebagian jari kaki saya mulai membeku, akhrinya kita memutuskan utk menghangatkan diri dan masuk ke cafe. Uwe berandai-andai bhw jika saja kota osna (kota tempat kita tinggal ) secute ini dia akan sering² main ke pusat kota. Uwe kurang menyukai berjalan² dipusat kota osna yg penuh dgn toko² dan bangunan komersial. Dia lebih menyukai toko yg mempunyai karakter (bangunan antik dan terkesan hangat). Tanpa terasa haripun menjelang gelap. Seperti diketahui bhw kita hampir saja memasuki musim winter yg artinya sang mentari cepat sekali ingin bersembunyi. So....kita memutuskan utk cabut dari Enkhuizen dan menuju kota Pumerend.


Ceritanya malam itu kita akan makan Shoarma di resto Babylonia yg ada di kota Pumerend. Dahulu kita pernah makan disini, rasanya sangat memuaskan. Sebelum pergi ke resto kita sempat mampir ke toko klontong Indo yg ada dikota itu tp sayang saya tdk menemukan brg yg saya cari dan sepertinya kepemilikan toko ini sdh berpindah tangan. Kwantiti brg² produk Indo asli sdh berkurang dan pria setengah baya yg berada di belakang kasir juga tdk bisa berbahasa indo. Saya sempat sedih melihat situasi ini ttp uwe berusaha menghibur saya demikian susan yg mengatakan bhw esok hari saya pasti akan menemukan apa yg saya cari. So....akhirnya hati saya mulai terhibur dan merasa gembira akan acara makan shoarma di resto Babylonia. Resto ini tdk pelit dgn yg namanya saus. Jika anda memesan shoarma entah itu porsi kecil atau besar, biasanya akan disajikan 4 macam saus dan seporsi kecil acar bawang merah. Rasa sausnya sangat enak demikian juga acar bawang merah mentahnya. Sebenarnya saya itu paling anti makan bawang mentah ttp acar diresto ini harus anda dicoba , hanya saja kita harus hati² utk memakannya krn rasanya alamaaaak....amat sangat puedaaassss. Rasa pedasnya sampai kedalam kuping tp krn enak saya sempat mencoba lagi beberapa kali dan akhirnya hrs berhenti krn mulut saya mulai mengap² dan air mata juga mulai keluar. Untung saja ada saus yoghurt dan sebutir jeruk yg langsung saya makan. Ah....ya, jeruk tersebut adalah bonus dari resto, istilahnya utk dessert setelah makan shoarma. Pemilik resto juga sgt ramah, beliau berasal dari negara Syria. Pokoke jika anda punya kesempatan main ke kota Pumerend, cobain deh makan shoarma di resto ini, rasanya dijamin uhuuuyyy.




Freitag, 24. Oktober 2008

Calais II and around

Tempat parkir mobil tersedia dgn gratis

Hari itu adalah hari sabtu pagi, sebelum meninggalkan hotel kita diberi selembar kertas yg isinya mengatakan bhw kita tinggal di hotel tersebut. Kertas itu hrs kita tunjukkan kpd penjaga jalan supaya mereka mau membuka besi penghalang jalanan. Rupanya²nya selama 2 hari kedepan (sabtu dan minggu) jalan raya yg berada di pusat kota akan ditutup dari jam 10 pagi hingga sekitar jam 6 sore. Di jalan tersebut akan digunakan sebagai tempat bermain anak² yg ingin bersepeda, skate board, roller blade dan juga pasar kaget. Kita dianjurkan utk mengambil jalan disebelah kiri krn nanti akan bisa langsung keluar dari pusat kota Calais.


Hari itu kita akan menuju ke arah pantai atau bisa disebut juga tebing yg bernama "Cap Blanc-Nez". Tebing ini terdiri dari batu kapur dimana zat kapur ini berasal dari laut (ribuan thn yg lalu). Tinggi tebing Cap Blanc-Nez kira² 132 m dari permukaan laut. Ditengah bukit berdiri sebuah tugu PD II yg bentuknya mirip obelisk . Dahulu, dijaman PD II pasukan tentara Jerman banyak meletakan basis peralatan bom mereka disepanjang pantai ini, bahkan ke pantai dikota tetangga misalnya di Cap Gris-Nez.

Dibawah beton yg menjulur ini adalah salah satu bungker bekas PD II,
foto yg dibawah ini juga bekas bungker
Dari atas bukit ini jika udara benar² jernih alias tdk berkabut, kita bisa melihat negaranya Queen Elizabeth II. Sayang waktu itu udara agak berkabut tetapi kita masih bisa melihat secara samar² negara diseberang. Di atas bukit ini kita bisa melihat saksi sejarah yg berbentuk bungker beton, tempat tentara Jerman menunggu lawannya. Krn penasaran saya ingin tahu seperti apa bentuk dan isi bungker ini, ternyata hanya ruangan kecil dan gelap. Bisa saya bayangkan betapa menderitanya prajurit² ini saat menunggu musuhnya, sedangkan sang boss asyik menunggu ditempat yg aman dan nyaman. Belum lagi hembusan angin laut yg cukup kencang dan dingin. Saya tdk habis berpikir kok bisa²nya membangun kotak beton spt itu di daerah yg bagus ini dan jauh dari negara sendiri. Hanya orang yg gila dan haus akan kekuasaan yg mau berbuat seperti itu.


Back to the story. Saya benar² menikmati pemandangan alam yg ada dan berusaha utk turun bbrp meter ke lembah dekat bibir tebing. Uwe berteriak utk wanti² saya agar berhati². Saya duduk disana cukup lama, setelah jepret² sedikit saya duduk kembali utk menikmati keindahan alam yg ada. Mata saya terasa segar karena bisa melihat pemandangan yg jauh dan luas tanpa ada penghalang. Badan juga terasa segar krn menghirup udara bersih dari lautan atlantik ini. Sebenarnya kita bisa terus turun ke bawah ( ada banyak jalan utk hiking ) yg nantinya akan menuju pantai dan bisa berjalan disepanjang pantai menuju kota disebelahnya. Jaraknya cukup lumayan, mungkin 7-9 km . Saat itu pantai dalam keadaan surut sehingga bisa dipakai utk jalan² disepanjang pantai, hiking, bersepeda atau sekedar mencari kerang. Sekedar informasi bahwa pantai di laut utara Perancis ini sangatlah memikat apalagi dgn irama pasang surutnya yg selalu berganti setiap 6 jam sekali.


Setelah puas menikmati Cap Blanc-Nez, kita memutuskan utk sekedar mengendarai mobil melihat setiap desa atau tempat yg kira² menarik. Tujuan kita saat itu adalah pantai yg terletak dibawah sana, tempat tersebut bernama Escale. Dari tempat parkir kita berjalan menelusuri jalan kecil berbatu menuju pantai, lumayan jauh. Disini kiri kanan jalan terdapat semak² liar yg kebanyakan ditumbuhi pohon blueberry, buahnya hitam². Dibeberapa tempat berdiri rumah tinggal penduduk setempat dan juga tempat peristirahatan yg imut dan menarik. Ternyata pantai di Escale itu sangat luaaassss sekali (tentu saja saat air laut sedang pasang), terlihat bersih, pasirnya lembut dan berwarna kemerahan. Dibeberapa tempat terdapat gundukan baru koral, ada yg diselimuti oleh tumbuhan seperti lumut tp panjang atau tempat burung camar berkumpul. Saya dan uwe mengagumi pemandangan dipantai ini. Sesekali lewat nelayan dgn kendaraan mini traktornya utk membawa atau menarik perahu dari dan ke arah laut.


Satu hal yang saya suka saat berada di P'cis yaitu penduduk dipedasaannya bersikap sangat ramah kpd org asing/turis. Setiap kali kami berpapasan selalu mereka memberi salam, ada yg berusaha utk berkomunikasi dgn kami yg sayangnya kami tdk mengerti dgn bhs P'cis atau ada yg menunjukkan mimik lucu ( bergaya bak pragrawan ) saat kami meminta ijin utk memoto rumah mereka. Betapa indahnya dunia jika kita mau saling memberi salam , senyum atau setidaknya menunjukkan keramahan kpd orang lain. Saya tidak tahu pasti karakter asli oran gP'cis tetapi dari pengalaman yg kami dapati secara keseluruhan mereka sangat ramah.


Dari Escale lalu kami pergi menuju Wissant, kota kecil di sebelahnya. Sore itu banyak sekali turis yang datang utk sekedar rileks di pusat kota sambil menikmati makanan. Kebanyakan turis yang saya lihat berasal dari Inggris. Tidak ada yg istimewa dari Wissant, hanya karena weekend sehingga dipenuhi banyak turis terutama yang ingin berlibur didekat pantai. Tetapi walaupun demikian Wissant mempunyai sebuah toko bakerie yg ok punya loh, ada banyak jenis pattiserie yg cute dan menarik utk dicoba.

Sebelum gelap kita akhirnya balik menuju Calais tetapi tidak lupa saya meminta uwe utk mampir di S'market yg bernama Auchan. Seperti yg pernah saya ceritakan bhw setiap saya pergi ke suatu negara, biasanya saya tertarik utk main ke S'market-nya. Uwe sendiri agak binun dgn hobby saya ini krn biasanya wanita kan lebih suka main ke Mall tp saya justru lebih suka ke S'market. Ternyata Auchan ini guedeee sekali, hampir sama dgn Carrefour yg ada di kota besar di P'cis ( tdk semua S'market carefour itu ukurannya sama, tergantung letaknya). Jenis produk yg ditawarkan benar² luar biasa banyak. Mulai dari produksi pabrik hingga handmade, mulai dari sayuran segar dan buah²an hingga produk laut. Pokoke utk kita² yg tinggal di Jerman bisa ngiri deh, apalagi jika kalian penggemar seafood pilihannya sangat banyak (brg-nya segar bow...bukan frozen).



Ps: foto² yg lain menyusul krn hrs diambil dari kameranya uwe.


Freitag, 10. Oktober 2008

Normandy and Bretagne I


Rencana liburan kita kali ini dirancang dgn waktu yg agak sempit krn pak supir sibuk dgn acara yg lain. Saya tidak sempat mempelajari kota² yg akan saya singgahi secara mendalam, hanya membaca sedikit dari buku dan internet. Pak supir yg memilih kota² yg akan kita kunjungi. Pokoke untuk liburan kali ini kami tdk mentargetkan sesuatu, soale semua itu akan tergantung dgn kondisi dan situasi yg ada.


Kota² yg akan menjadi base-camp tempat tinggal kita adalah : Calais, Etretat, Saint Malo dan Giverny. Seperti biasa sebelum melakukan perjalanan jauh, kita harus pergi ke bengkel utk chek-up mobil, apakah mesin dkk dalam kondisi ok atau tdk.
Lalu setelah kita mendapat signal "ok" dari semua hotel, saya segera mempersiapkan segala sesuatu yg dibutuhkan utk liburan selama 3 minggu. Berhubung liburan kita akan lebih banyak ditepi laut Atlantik dimana hembusan anginnya yg terkenal cukup kencang, jadinya saya hrs mempersiapkan banyak pakaian tebal serta jaket. Uwe wanti² ke saya utk membawa bantal serta selimut sendiri (kasurnya nggak sekalian pak ...??? ). Untung saja saya mempunyai selimut summer yg bisa dilipat hinga menjadi spt guling bayi. Tidak lupa berbagai jenis obat emergency.


So.....dgn membaca bismillah pada tgl 19 Septeber yg lalu kami berangkat menuju kota Calais dimana jarak yg akan ditempuh sejauh 536 km melalui negara Belanda (kota Eindhoven), kemudian Belgia (kota Antwerpen) baru akhirnya masuk ke negara Perancis. Saat menjelang akhir perbatasan Belgia-P'cis, kita mampir utk istirahat sebentar di kota Brugge. Masih ingat tidak bhw di awal bulan Desember 2007 kemarin kita juga pernah main ke kota Brugge. Di kota ini kita sempat jalan² bbrp jam sekedar meluruskan kaki dan menikmati suasana disekitarnya. Rupanya kota kecil ini tdk pernah sepi dari kunjungan para turis.



Calais and around I :


Alhamdulillah sore harinya kita tiba di kota Calais dgn selamat dan tanpa kesulitan dapat menemukan hotel Richelieau. Dikota ini kita akan tinggal selama 3 malam. Hotel Richelieau ini adalah hotel tua tetapi bersih, dibeberapa bagian terlihat sedang direnovasi. Bag receipsionist sangat ramah dan berusaha utk memberikan keterangan kpd kita dlm bahasa Inggris walaupun agak terbata-bata (jarang loh ada org P'cis yg mau berbahasa inggris). Didepan hotel terdapat taman hijau yg cukup luas. Setelah mengeluarkan isi koper kecil, kita berdua sempat tertidur sebentar krn kelelahan. Kita terbangun krn suara² dari taman di depan. Segera kita menyegarkan badan dan berjalan utk mengenal sedikit kota Calais.


Sebagai informasi mengenai harga sewa kamar di hotel² yg ada di P'cis yaitu kebanyakan mereka memasang harga hanya untuk kamar saja. Jika ingin sarapan pagi dihotel akan dikenakan biaya lagi. Anda termasuk beruntung jika menemukan hotel idaman yg memasang tarif dgn menulis inklusive sarapan pagi.


Rupanya kota Calais adalah kota pelabuhan, dimana dari kota ini kita bisa menyebrang ke arah pelabuhan Dover di negara Inggris dgn menggunakan Fery. Sayang.....saya tdk mempunyai visa Inggrsi, jadi tidak bisa nyebrang deh tuh. Di kota Calais ini masih ada beberapa bangunan tua yg berdiri dgn megah, sisanya adalah bangunan modern yg agak² mirip ruko yg terdiri atas toko² pakaian, bakerie, kelontong, ada juga Mall, cafe dan resto yg jumlahnya buanyak sekali. Saya tdk tahu apakah dahulu pada saat PD II kota ini pernah digempur oleh negara Jerman soale sisa bangunan tua di kota ini jumlahnya hanya sedikit.

Menurut saya kota Calais biasa saja tetapi yg membuat kota ini cantik adalah taman² yg ada disekitarnya. Terus terang saya memang sangat menyukai negara P'cis, entahlah sepertinya negara ini mempunyai daya pikat tersendiri. Yg menarik ketika mengunjung kota atau desa² di P'cis adalah, hampir disetiap kota maupun desa mempunyai taman hijau yg indah, tempat penduduk kota beristirahat dan bertemu, sekedar baca buku, bermain Pètanque, tempat anak² bermain, dll. Terkadang ditaman kota dihias dgn bunga warna-warni yg dibentuk dgn bermacam² motif, misalnya motif binatang, jam dinding, keranjang bunga atau yg lainnya. Di banyak lampu jalanan juga tergantung pot² bunga atau dibanyak perempatan jalan juga dihiasi bunga.



Mittwoch, 18. Juni 2008

Salzburg

Dikota Salzburg sayalah yg menjadi guide, kebetulan dahulu saya pernah berliburan bersama ibu mertua beberapa hari dikota ini. Uwe memang pernah singgah dikota ini tetapi itu juga sdh lama sekali. Saya menceritakan beberapa tempat yg pernah saya kunjungi dan sedikit sejarahnya.


Kita melalui Getreidegasse, Lindergasse - jalanan tua yg dibangun diseputar pusat kota Salzburg, rumah kelahiran Mozart, pasar tradisional, gang² sempit yg berada diantara rumah² tinggi, Dom kota Salzburg - gereja tua dimana dimusim summer dihalaman depannya sering diadakan panggung opera terbuka, dll. Menurut saya kota Salzburg dimusim summer lebih menarik daripada dimusim winter. Ornamen serta patung² besar yg ada ditengah kota tdk ditutupi dgn fleksiglass (pelindung dari salju). Hanya saja jika kita berliburan dimusim summer hrs booking hotel dari jauh² hari krn setiap tahun dikota ini akan dipenuhi turis dari manca negara, baik krn adanya Festival Opera & Musik tahunan maupun krn kota ini memang kota tujuan wisata.


Apa yang ada dikepala anda jika mendengar nama kota Salzburg ? kenalkah anda dgn seorang komponis besar yang bernama Wofgang Amadeus Mozart ?.....Yap, dikota inilah beliau dilahirkan. Jika mendengar nama kota Salzburg biasanya orang juga akan menghubungkannya dgn Musik, Opera dan juga coklat bulat yg berisi nugat dan marzipan, yg dinamakan Mozartkugel.

Cafe Furst terletak disebelah kanan- gedung berwarna rosa

Ada berbagai versi mengenai Mozartkugel ini, ada yg bilang yg asli adalah yg bungkusannya berwarna silver-biru. Sedangkan dipasaran saya mengenal 3 jenis yaitu yg bungkusannya silver-biru produk
kel-Fürst
, lalu dari produksi perusahaan Mirabell (keduanya produk Austria) serta dari Reber (Jerman). Menurut hikayat katanya niiiih, dahulu ditahun1890 ada seorang konditor (ahli pembuat kue) yg bernama Paul Fürst yg menciptakan coklat ini sebagai rasa respek dan cintanya kepada komponis besar Mozart. Tetapi rupanya beliau atau ahli warisnya lupa utk mempatenkan hasil kreasinya, ada juga yg bilang bhw dahulu hak paten belum terlalu diperhatikan dan dihargai, jadinya banyak yg mengcopy hasil kreasi beliau.


Saya sempat membeli bbrp kotak dari coklat ini, sekedar oleh² utk mertua dan keluarga. Menurut saya rasa coklat ini terlalu manis, tp itu mungkin krn saya bukan pecinta milk-chocolate, saya lebih menyukai dark atau bitter chocolate. Menurut uwe, rasa coklat produk dari Reber lebih enak dari Mirabell. Klo yg asli dia blom pernah mencoba dan payahnya waktu disini kita tdk tertarik utk mencobanya. Ah ya, cafe keluarga Fürst sampai saat ini masih ada (rumah tingkat yg berwarna merah jambu). Jika kalian berada di Salzburg, jangan lupa berkunjung ke cafe yg terletak diseberangnya, yg bernama "Tomaselli", sebuah cafe tua yg s
angat menarik . Sejak jaman dahulu cafe ini adalah tempat "mejeng" para pecinta Opera.
Saya ingat
saat mampir dicafe ini dan ingin memesan sepotong cake. Ternyata seorang pelayan membawakan saya sebuah nampang panjang dan besar yg berisi berbagai macam kue yg bisa langsung saya pilih tanpa perlu pergi ke etalase kue pajangan. Tetapi menurut saya, di kota Salzburg ada banyak cafe yang cozy dan menarik dan yg paling penting adalah rasa dan aroma kopi yg disajikan juga sangat enak, kalah deh cafe Starbuck.


Sayang rupanya kita terlalu asyik jalan kesana-kemari sambil mencuci mata di beberapa toko. Apalagi waktu itu saya melihat ada sebuah toko yg khusus menjual telur² hiasan utk hari Paskah. Mereka memakai kulit telur asli, mulai dari telur ayam hingga telur burung Onta. Decak kagum dan pesona sering keluar dari mulut saya melihat berbagai macam motif hiasannya, mulai dari motif modern hingga tradisional, mulai dari warna² terang hingga warna lembut . Pokoke setiap orang pasti bisa menjumpai motif dan warna yg disukai. Hampir saja saya membeli beberapa butir, tetapi otak bawah sadar saya mengingatkan utk berpikiran lebih logis selain itu harganya yg cukup mmmm...mmmmm.


Akhirnya kita lupa utk naik ke kastil yg ada diatas bukit yg bernama Festung Hohensalzburg , krn sekitar jam 5 sore loketnya sdh ditutup. Sebenarnya saya ingin mengajak uwe utk menikmati kota Salzburg dari atas bukit. Tadinya saya juga ingin masuk ke studio foto utk berpose ala jaman kolonial atau berpakaian ala pemain opera, tetapi studionya juga sdh keburu tutup. Payoyeh....beginilah kalau liburan dimusim winter, banyak tempat ² yg cepat ditutup. Ah ya, dimusim summer kalian bisa main ke taman yg bernama Mirabell Park dan kastil Mirabell, taman dgn bangunan kastil yg sangat bagus.


Sebagai kenangan terakhir uwe mengajak saya utk menemani dia melihat makam tua yg bernama St-Peter, dimana disini banyak dimakamkan komponis² terkenal dari jaman dahulu, para seniman besar dan juga keluarga dari Mozart. Disamping makam in ada sebuah resto tua yg bernama St-Peter Keller, cobain deh makan disini seingat saya dahulu rasa masakannya sangat enak. Sayang saat itu resto belum buka tetapi kita sdh harus cabut dari Salzburg.


Dalam perjalanan pulang terjadi kemacetan. Menjelang malam kita mampir dikota Bad Reichenhall kota yg terkenal sebagai tempat peristirahatan bagi orang² yg punya penyakit paru². Setelah bertanya kepada seseorang, resto mana yg kira² sangat dianjurkan utk dicoba, akhirnya kita memasuki sebuah resto dgn bangunan tua yg ruangannya sangat besar dan berkesan tradisional. Rupanya apa yg dianjurkan orang tersebut sangat tepat, kita puas dgn kwalitas makanan dan servicenya. Setelah itu kita cabut menuju hotel.....back to the nature.

Keesokan harinya saat sarapan pagi saya dan uwe berdiskusi kembali setelah mendengar berita ttg ramalan cuaca yg hari itu akan sangat jelek. So.....daripada hanya bisa berdiam dihotel saja, akhirnya kita memutuskan utk pulang kerumah. Untungnya pemilik hotel sangat baik dan mau mengerti dgn alasan kita. Mereka tdk mengenakan denda atas keputusan kita yg ingin mendadak utk pulang, woowww....jarang loh ada hotel yg punya service seperti ini.


Sonntag, 15. Juni 2008

Zauberwald dan Hintersee - hari ke 2

So....kali ini saya akan melanjutkan cerita liburan winter yg lalu - hari ke 2 didaerah Zauberwald (magic forest). Saat sarapan pagi kita mendengar berita di radio tentang cuaca, dimana diperkirakan cuaca utk 2-3 hari ke depan tidak akan ramah. Kemungkinan akan datang badai yang bernama "Emma". Sambil sarapan kita berdiskusi sebentar kira² hari ini akan melakukan apa saja. Berhubung maksud uwe datang dan menginap di dekat danau Hintersee ini yaitu ingin mengenang memori lama saat dia masih kecil bersama ortu pernah berjalan mengitari danau dan hutan disekitarnya. Oleh karena itu setelah sarapan kita melakukan acara tesebut. Suhu diluar masih cukup dingin, dibeberapa sudut terlihat uap yg berhembus krn sang mentari menyinari bagian yg masih membeku.

Pada awalnya saya agak pesimis sekaligus penasaran mengapa hutan ini dinamakan Zauberwald (magic forest). Perlu diketahu bahwa Zauberwald terletak didaerah Ramsau, dibagian selatan-timur provinsi Bayern dan terletak tepat diperbatasan negara Austria. Menurut cerita katanya hutan ini berasal dari reruntuhan bebatuan dari pegunungan sekitarnya, itu terjadi ribuan tahun yg lalu. Lalu dari sela-sela tumpukan bebatuan tumbuhlah berbagai jenis pepohonan. Bebatuan ini bentuknya bermacam², ada yg kecil, sedang dan bahkan besar segede kerbau atau badan gajah. Dari proses alamiah itu terbentuklah hutan yg liar tetapi terkesan romantis dan sepertinya punya daya magis. Yg menarik adalah dipinggir hutan dilalui oleh sungai yang airnya jernih, berasal dari danau Hintersee.

Sepertinya yg saya ceritakan bahwa saya senang menikmati air jernih yg mengalir. Nah....ternyata hutan ini memang sangat menarik, apalagi banyak batu² besar yg diselimuti lumut , pohon² pinus, suplier, bunga² liar serta rempah². Agak² mirip dgn hutan di film² dongeng, misalnya hutan tempat tinggal putri salju dan para liliput. Diperjalanan terkadang kita berpapasan dgn beberapa turis, malahan ada yg menggunakan mountain bike. Wealaaaah.....gak bisa ngebayangin deh gimana mengendarainya, wong tempat jalannya sempit, berbatu dan turun-naik.

Disudut tertentu, dimulut hutan ditepi danau saya duduk menikmati pemandangan indah dan sinar matahari yg ramah. Pemandangannya cocok utk lukisan atau mungkin kartu pos. Saya meminjam kamera milik uwe utk mengabadikan beberapa moment yg indah. Biasa deh, terkadang saya malas membawa kamera krn ingin bebas menikmati pemandangan. Setelah puas kita kembali ke hotel utk memutuskan tujuan selanjutnya.

Sebenarnya saya punya beberapa rencana saat berliburan didaerah Berchtesgaden ini, misalnya saya ingin sekali berkunjung ke Salzbergwerk (tempat penambangan garam), tempat ini sangat menarik utk dikunjungi. Dahulu saat berliburan ke daerah Berchtesgaden saya tdk mempunyai kesempatan ini krn kita pergi liburannya bersama kelompok dan sdh terprogram. Selain itu saya juga ingin melihat jurang Wimbachklamm, kemudian pergi ke danau Königssee dan kalau bisa ke pulau St Bartholomä sekaligus mengenang memori 8 tahun yg lalu. Baru setelah itu pergi ke Salzburg, juga memori sekaligus kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh. Mungkin nanti saat kita ingin meninggalkan daerah Berchtesgaden kita akan melalui jalur romatis yg letaknya tdk jauh dgn gunung Kehlstein , kalau bisa sih naik ke atas gunungnya. Saya ingat bhw dahulu saya pernah termangu-mangu melihat pemandangan indah dari rangkai pegunugan Alpen ini dan saya ingin menikmatinya sekali lagi . Selain itu saya juga ingin mengajak uwe melihat bekas rumah peristirahatan Hitler yg terletak dipuncak gunung (sekarang jadi resto). Tetapi sayang seribu saya kita harus mempertimbangkan semua rencana tersebut dgn laporan cuaca yg ada.


Berhubung hari sudah menjelang petang dan kebetulan cuaca masih agak bagus, kita memutuskan utk pergi ke Salzburg, jika masih memungkinkan kita lihat acara selanjutnya, maklum dimusim winter sang matahari cepat sekali turun keperaduannya.


Dienstag, 22. April 2008

Bremen and Dianne Reeves


"Bremen"



Kemarin saya diajak uwe main ke kota Bremen sekalian malam harinya akan menonton konser musik Jazz dari Dianne Reeves. Saya tdk mempunyai planning ttg tempat² yg ingin saya lihat di Bremen, kita jalan² sesukanya. Jika ada yg menarik saya mencoba utk menjepretnya. Kebetulan kemarin matahari bersinar dgn ceria hanya saja angin dingin dan terkadang cukup kencang sering berhembus.




Jika anda berkesempatan berkunjung ke Bremen, ada beberapa sudut menarik yg bisa anda lihat, misalnya jalan yg bernama Böttcher. Disini kita bisa melihat arsitek rumah² tua yg sebagian besar terdiri dari bata merah.


Setelah makan siang kita mencoba naik kapal yg menelusuri sungai Wesser. Kapiten kapal bertindak sebagai guide, menceritakan bbrp sejarah yg ada disepanjang sungai. Ada mercu suar tua maupun 2 buah lorong, dimana dahulu saat PD II disini tempat bersembunyinya kapal selam milik Jerman. Ada juga bbrp kapal tua yg dijadiakn cafe ataupun hotel. Pemandangan disepanjang sungai ini menurut saya tdk terlalu menarik krn kebanyakan disana berdiri pabrik², mulai dari pabrik bier serta cornflakes ( waktu lewat pabrik ini kita bisa mencium aroma jagung bakar mirip aroma popcorn rasa gula) atau gudang semen serta kayu maupun beberapa kapal container yg asyik parkir disana. Yg menarik menurut saya adalah disepanjang sungai Wesser ini (disekitar pusat kota) banyak berdiri kursi² panjang dimana penduduk kota Bremen atau turis² bisa melepaskan lelah, sekedar menikmati sinar matahari atau bercengkrama dgn teman.

Berhubung kita masih mempunyai waktu beberapa jam sebelum acara konser dimulai, kita berusaha mencari letak gedungnya. Krn merasa yakin tahu dimana letaknya, lalu kita berjalan tanpa menggunakan peta hingga akhirnya terdampar di gang atau jalan yg bernama "Schnoor". Awalnya daerah ini terlihat biasa² saja tetapi ada yg menarik krn warna² dari rumah itu cukup berani, mulai dari warna ungu tua, biru tua, hijau tua, demikian juga dgn warna² dari kotak pos disetiap rumah juga warna yg nge-jreng. Hingga disuatu sudut kita melihat sebuah gang yg sempit, jika dilihat agak² mirip dgn gang yg ada diperkampungan Jakarta.


Krn penasaran kita memasuki gang tersebut yg rupanya semakin lama malah membuat penasaran krn mirip labirin. Malahan diantara gang² tersebut ada yg sgt sempit hanya memuat 1 org saja. Ternyata daerah Schnoor benar² menarik krn kita bisa melihat gambaran lain dari kota Bremen. Bentuk rumah² yg mungil dan cute, selain itu ada banyak toko² milik private yg menjual hasil karya sendiri atau menjual brg² unik serta antik



"Dianne Reeves"


Konser Dianne Reeves diselenggarakan di "Glöcke", sebuah gedung konser tua dan antik yg bag dalam gedungnya sdh direnovasi menjadi ruang konser musik yang cukup luas dan modern. Sekedar info bhw Dianne Reeves itu salah satu penyanyi Jazz terkenal dunia. Saya bukan fans dari musik Jazz atau jenis golongan tertentu, saya terbuka utk mendengar segala jenis musik mulai dari keroncong hingga Rock, tapiiiii...... ada tapi-nya nih, selama musik itu enak terdengar ditelinga saya. Saya juga tidak terlalu mengenal Diana Reeves, tapi mungkin secara lalu pernah mendengar suaranya. Saat dibelikan tiket bulan yg lalu saya juga tdk terlalu bersemangat utk melihat konser ini. Tetapi semalam saat melihat live konser-nya, saya benar² terpana. Suara penyanyi ini sangat lembut, indah mengalun tetapi bisa juga dalam dan tinggi.



Sayangnya niiih...ternyata pihak penyelenggara tdk memperbolehkan penonton utk mengambil foto saat konser berlangsung. Mantel juga harus diserahkan dibagian penitipan, pokoke peraturan digedung ini agak mirip jika mo nonton opera. Nah.....waktu konser mo habis saya nekad mencoba utk mengambil foto (ngambilnya juga agak ngumpet ²). Weleh²......hasilnya benar² nggak bagus. Jarak saya dan panggung cukup jauh, ruangan juga gelap truz motonya tanpa blitz (soale ada penjaga pintu dekat saya). Pokoke benar² tdk bagussss...syebellll....

Tapi akhirnya uwe, dirk serta thomas bisa berfoto bersama salah satu penyanyi kesayangan mereka (sayang wkt itu saya hrs pergi ke toilet). Penyanyi ini walaupun terkenal tetapi sgt ramah, ke 3 org ini sempat berbicara dgnnya.