Freitag, 2. Juli 2010

Beaune


Setelah sarapan pagi kita menuju receptionist utk menyelesaikan pembayaran hotel. Setelah itu kita lanjutkan perjalanan menuju kota Beaune yang terletak di departemen Cote d'ore - Burgund (Bourgogene). Jarak dari kota Trier ke kota Beaune kira² sejauh 415 km.


Mengenai kota Beaune , anda bisa mengklik nama kota itu atau cari di google aza yah. Perjalanan dari Trier menuju Beaune melalui negara Luxemburg baru kemudian masuk ke negara Perancis dan alhamdulilah cukup lancar. Seperti diketahui, jalan tol di Perancis tidak terlalu bikin stress karena kecepatan maximal hanya 130 km, tidak seperti di negara Jerman yang tidak mempunyai batas kecepatan. Ah ya, pengguna jalan tol di Perancis harus bayar, besarnya tergantung jarak yang ditempuh.


Hotel yang kita tempati sangat cantik, sebuah villa yang ditata dgn sangat apik yg bernama hotel La Villa Fleurie. Demikian juga dengan kamar tidur, suasananya seperti dirumah sendiri. Ruang baca serta ruang makannya juga manis. Setelah check-in, seperti biasa kita istirahat sebentar untuk menyegarkan badan. Setelah itu kita cabut ke arah down-town yg letaknya tidak jauh dari hotel, dapat ditempuh dgn berjalan kaki.

Menurut saya secara keseluruhan kota Beaune ini kota yg menarik, banyak bangunan² antik yg masih terawat dgn baik. Demikian juga dgn taman² kotanya, dipenuhi dgn berbagai macam bunga serta rumput yg terawat bagus. Selain itu kota ini tidak pelit dgn bangku taman, modelnyapun bagus. Krn kebetulan waktu itu weekend, di sore hari banyak kel muda membawa anak²nya ke pusat kota atau taman, dimana disitu terdapat komidi putar.



Krn letak kota ini tidak jauh dari kota Dijon, mau tdk mau hampir disetiap toko dijual berbagai jenis moustard
(bhs jerman: Senf), mulai dari yg warna cream, merah hingga hijau . Jika mau, para turis dapat mengikuti acara mencicipi moustard ataupun wine. Selain itu hampir disetiap pojokan berdiri toko Wine. Seperti diketahui daerah Bourgogne memang terkenal dgn Wine. Mungkin bagi yang suka masak pernah mendengar resep masakan yg bernama Beef Bourgogne. Nah...menu ini mudah kita dapatkan hampir disetiap restauran di kota ini. Saya dan uwe sempat berpisah krn saya sdh tdk kuat lagi menelusuri setiap pojokan kota dan memilih duduk ditaman sambil melihat anak² kecil naik komidie putar. Sesekali saya tersenyum sambil membalas lambaian jika ada anak² yg melambaikan tangannya kearah saya. Akhirnya setelah makan malam, kita memutuskan utk kembali ke hotel.







Mittwoch, 30. Juni 2010

Trier


Akhirnya ada goresan lagi di blog ini. So.....acara liburan kita di mulai pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2010. Hari itu cuaca lumayan bersahabat, suhu diluarpun terasa sejuk. Tujuan kita hari itu adalah kota Trier, sebuah kota tua yang terletak di provinsi Rheinland-Pfalz. Jarak dari rumah ke kota Trier kira² sejauh 367 km. Rencananya kita hanya akan menginap semalam disebuah hotel yang letakknya tidak jauh dari pusat kota. Nama hotel ini adalah Stadwaldhotel. Baru saja beberapa puluh kilometer kita pergi, hujan datang silih berganti, mulai dari gerimis hingga lebat.Alhamdulillah....saat memasuki kota Trier ternyata tidak ada hujan sama sekali tetapi awan gelap mulai melintas. Utk mendapatkan tempat parkir didepan hotel agak sulit krn saat itu sedang ada pesta perkawinan, tp rupanya kita beruntung krn ada seseorg yg baru saja selesai dgn acara makan siangnya. Lalu kita check-in dan masuk kamar untuk isitrahat sebentar sambil menyegarkan badan. Harus saya akui bhw service di hotel ini cukup lengkap dan ramah. Mereka memberikan kita peta serta info lainnya termasuk jika kita ingin memakai payung dapat meminjam dari hotel dgn gratis.
Sayang, rupa²nya cuaca kurang bersahabat, rintik hujanpun mulai turun. Kita memutuskan utk istirahat dikamar sambil menonton tv. Tanpa terasa perut ini mulai minta diisi, lalu kita turun menuju resto. Kali ini jam makan malam kita dipercepat.
Porta Nigra


Syukur....setelah makan malam hujan mulai reda, langit terlihat cukup cerah dan kita memutuskan menuju pusat kota Trier. Menurut informasi katanya utk ke pusat kota bisa ditempuh dgn berjalan kaki selama 20 menit.Berhubung hampir semua toko sudah tutup, jadinya kita hanya bisa window shopping saja. Uwe sempat mencoba ice-cream dari sebuah kiosk tetapi akhirnya hanya dimakan sedikit saja krn rasanya kurang enak. Ah...ya, ternyata kiosk ice-cream ini mempunyai 2 cabang lainnya dgn jarak yg berdekatan.

Bangunan tua disekitar pusat kota sangat menarik, masih berdiri megah dan kokoh. Kita sempat mampir sebentar ke sebuah cafe yg bernama Louisiana krn disana terlihat ramai. Rupa²nya diluar bar terdapat tv yg sedang melaporkan pertandingan bola antara kesebelasan Inggris vs USA. Tadinya saya ingin mensupport kesebelasan Inggris tp ternyata supporter USA lebih banyak, dari pada kepala nanti benjol lebih baik saya diam sambil sesekali tersenyum melihat reaksi para penonton di bar. Krn hari mulai gelap, kita memutuskan utk kembali ke hotel.






Dienstag, 11. November 2008

Bazaar in Beverwijk


Sabtu pagi itu saya bangun seperti biasa, cuaca hari itu kurang bersahabat, awan kelabu datang silih berganti. Sang tuan rumah masih tertidur pulas maklum semalam mereka bertiga asyik nonton film dan bincang². Setelah badan segar, saya menghangatkan nasi rames yg saya beli kemarin pagi dari toko joyce. Di toko itu saya sempat membeli bbrp barang, misalnya bumbu pecel karang sari, sambal abc dan permen kopiko dgn 2 rasa. Saya tdk membeli banyak brg krn produk yg dijual tdk saya kenal. Rasa nasi ramesnya lumayan deh, apalagi ada sayur urabnya. 1 Porsi harganya kira² € 8, kita bisa memilih jenis masakan yg akan kita campur (pilihannya cukup banyak).


So....setelah tuan rumah bangun tidur, ngopi dan sedikit ngobs, akhirnya kita ber 5 berangkat menuju Bazaar - Beverwijk. Kota Beverwijk terletak di bag utara barat Amsterdam, kira² 27 km dari rumahnya susan atau 10 km dari kota Haarlem. Kali ini yg menjadi supir dan guide adalah daan. Enak juga loh kalau jalan² di belanda ditemani oleh org belandanya, jadi terkadang kita mendapatkan informasi yg detail ttg suatu hal. Saya sebenarnya tdk punya gambaran ttg Bazaar ini, hanya sedikit cerita dari susan ttg bumbu² yg dia beli di tempat tersebut. Makanya saya agak sedikit khawatir bhw brg² yg saya cari atau pesanan dari teman tdk bisa saya temukan tetapi disisi lain saya penasaran dgn isi dari Bazaar ini.


Kita membeli tiket masuk seharga € 2/ org. Acara pertama kita memasuki sebuah bangunan berwarna merah yg bernama china town. Disini banyak terdapat kios² brg elektronik, agak² mirip glodok deh tp dlm porsi kecil. Saya tdk mengenal merk produk yg dijual di bagian ini, mungkin brg impor dari china. Lalu ada bagian manicure dan pedicure yg jumlah kiosnya banyak sekali. Ada yg menjual baju² china dgn warna²nya yg kuat, celana jeans, samurai, patung² dari kayu, dll. Pokoke bangunan ini dikuasai oleh org asia....terang saza namanya juga china town. Ah ya, saya tdk mengambil foto² disini krn menurut saya situasinya tdk menarik.
Dibagian belakang terdapat kios² makan ato biasa disebut food-court, kebanyakan sih makanan asia (vietnam, chinese, thai) tetapi ada juga masakan suriname (wajahnya mirip org Indo) serta sebuah kios masakan arab. Suasananya agak mirip pasar malam Den Haag. Uwe memesan masakan chinese sedangakan susan, daan serta nicolet memesan falafel. Klo saya tdk memesan apa² krn dirumah sudah sarapan nasi rames.


Dari situ acara lanjut menuju asia supermarket. Saya diolok-olok oleh uwe dan susan krn katanya irama jalan saya kok menjadi cepat dan mata saya katanya berbinar².....syebel deh. Bentuk asia s'market ini cukup besar kira² 2x dari asia shop di kota saya. Saya langsung mencari brg² yg saya butuhkan. Alhamdulilah.....saya menemukan tempe segar, pete segar, pop mie cup, emping fina (ada bbrp jenis emping loh), ting-ting gepuk, keripik pisang sudiro, keripik singkong kusuka, kecap cap bango di botol besar, kemiri, dll deh. Pokoke produk Indo yg dijual disini cukup banyak. Sayang....sambal terasi dan bumbu rendang cap ibu tidak bisa saya temukan. Sebagian besar brg² yg di jual di TI ada di supermarket ini dan harganya lebih miring loh. Didepan supermarket ada kios yg menjual kue² basah, bahkan nasi uduk dan nasi kuning. Saking senangnya saya tidak ingat utk memoto situasi ini. Akhinya kereta belanjaan menjadi penuh oleh brg² kami berlima. Setelah itu kita memutuskan utk membawa belanjaan tersebut ke mobil dan nanti masuk kembali dgn cara distempel di bag tangan (mirip stempel dufan).



Kemudian acara lanjut dgn masuk ke bangunan yg sepertinya menjual sayuran dan buah segar. Saat masuk kesana saya jadi teringat pasar tradisional di Indo, ada banyak sayuran dan buah segar dipajang secara menarik. Sang penjual sesekali berterik menawarkan dagangannya. Hati tergelitik utk membelinya tetapi saya putuskan nanti saja. Dari situ kita lanjut menuju daerah bumbu halus. Kita sdh bisa mencium aroma yg tersebar diudara....aroma bumbu dari berbagai jenis terutama yg aromanya mirip² masakan timur tengah atau negara afrika. Saya menyukai suasana disini, sepertinya saya tidak berada di negara belanda, melainkan disebuah negara lain. Ada banyak bahan makan yg dijual mulai dari kacang²an, buah olive dgn berbagai rasa, buah²an yg dikeringkan, bumbu halus dgn berbagai warna, resto² shoarma, bakerie yg menjual roti org arab serta dessert-nya org arab, apalagi kalau bukan baklava.


Saya sempat mencoba baklava ini, rasanya enak tdk terlalu manis (sebenarnya memang manis krn bahan utamanya adalah madu). Dahulu saya pernah membeli baklava disebuah Mall tetapi saya tdk menyukai. Baru kali ini saya menyukai dessert yg satu ini apalagi pilihannya ada banyak selain itu masih fresh. Cukup lama kita putar² disekitar tempat ini, setelah capek akhirnya kita masuk ke sebuah kedai kopi dan meminum kopi yg cukup harum dan enak (ealaaah...kok saya jadi peminum kopi sih yah). Andai saja perut saya kosong, ingin rasanya saya mencoba makan shoarma di bazaar ini, aromanya benar² menggoda. Di Bazaar saya sempat membeli beberapa bumbu halus yg tdk bisa saya dapatkan di kota tempat saya tinggal, sekantung jeruk mandarin dan seporsi buah olive.


Setelah itu kita lanjut ke gedung sebelah dimana disini banyak dijual benda² yg berbau arab, misalnya baju², sajadah, mandolin, shisha, piring² keramik besar dgn motif afrika/arab, nampan, dll. Tadinya kita ingin keluar menuju mobil tetapi rupanya diluar sana hujan turun dgn derasnya. Akhirnya kita masuk kembali sambil putar sana sini hingga akhirnya landas disebuah resto utk minum kopi lagi krn uwe ingin sekali mencoba kopinya org turki. Pelayannya berpakaian ala ali baba dan bersikap ramah serta lutcu, dia menjamin bhw kopi mereka asli turki (memangnya di turki ada pohon kopi ya ?? ). Memang sih...menurut sejarah, org turki lah yg memperkenalkan kopi kpd bangsa eropa. Tetapi kalau dibandingkan dari rasa, menurut saya kopi di kios pertama lebih enak dan lebih wanggi dari pada di resto ini.

Akhirnya.....setelah kaki dan badan terasa pegal kita memutuskan utk pulang ke rumah....see u next time Bazaar......


Hari Minggunya kami jalan² ke sebuah tempat yg bernama Vinkeveen, kira² 10 km dari Amsterdam, dimana disini kebanyakan rumah dibangun diatas air. Saya tdk bisa membayangkan bagaimana jika air laut pasang apakah rumah dan halaman akan terendam air atau tidak. Malahan ada beberapa rumah (mungkin rumah tua) yg pondasinya sudah miring seperti kebanyakan banguna tua di kota Amsterdam. Selain itu di Vinkelveen ini ternyata banyak dibangun rumah² luxus yg designnya agak berbeda dgn kebanyakan rumah² di Holland. Hari itu kita agak cepat kembali ke rumah krn malam harinya kita akan main ke Amsterdam city utk mengundang susan serta daan makan malam di resto Thai yg bernama Kooning vaan Siam.

Malam hari kita main ke Amsterdam city, sempat putar² sebentar didaerah red light. Rupanya malam itu masih cukup banyka turis yg berkunjung disini. Kalau saya bandingkan rupanya daerah red light ini lokasinya sdh mulai berkurang, tdk ramai seperti dahulu. Beberapa aquarium (ruang kecil berkaca) mulai terisi wanita berpakaian minim. Banyak turis terutama kaum adam yg melihat atraksi tersebut, ada yg tertawa nakal, tersenyum, diskusi dan lainnya. Jujur saja...didlm hati ini agak miris saat melihat wanita tersebut. Rupanya hari Minggu resto yg akan menjadi tujuan kita sedang tutup. Setelah putar sana-sini dan bertanya kpd bbrp turis yg keluar dari sebuah resto, akhirnya kita memutuskan masuk ke resto thai yg bernama Bird. Menurut saya rasa masakan resto thai ini agak lebih enak dari pada resto thai Dynasty. Jika kalian suka masakan thai, resto ini patut anda coba.










Mittwoch, 5. November 2008

Amsterdam and Enkhuizen


Minggu lalu tepatnya hari kamis sore kita berangkat menuju Amsterdam, selain ingin melihat konser penyanyi Lizz Wright (klo mo lihat dia nyanyi bisa klik disini) kita juga ingin mengunjungi susan serta daan. Rencananya kita akan tinggal dirumah mereka selama 5 malam. Alhamdulilah perjalan dapat kita tempuh dgn cukup lancar. Kita sempat mampir sebentar di kota Deventer sekedar utk melemaskan kaki juga menunggu waktu. Kira² jam 5 sore kita sampai ditempatnya susan.


Setelah istirahat sebentar acara lanjut menuju pusat kota Amsterdam, tujuan kali ini adalah resto itali tempat biasa kita ber4 berkumpul. Setelah itu kita menuju ke gedung konser Paradiso. Ternyata ruangan sdh mulai terisi cukup banyak walaupun waktu konser masih 1 jam. Malam itu gedung tua tempat acara konser berlangsung benar² dipenuhi penggunjung. Konser musiknya sangat menarik walaupun ada banyak lagu yg tidak saya kenal. Saya sengaja tdk membawa kamera ke dlm gedung krn kamera yg saya punya tdk bisa dipakai didlm ruangan yg terlalu gelap.



Keesokan harinya kita berencana utk pergi ke Volendam krn dahulu susan pernah berjanji utk berfoto bersama dgn pakaianan tradisional ( sebenarnya susan paling benci dgn acara beginian). Rupa²nya hari itu susan sangat beruntung krn saat bangun tidur dia merasa tdk enak badan dan disertai pilek, mirip gejala demam. Seperti diketahui bhw Volendam itu kan terletak di pinggir laut dimana hembusan anginnya cukup kencang. Selain itu cuaca diluar juga kurang ramah. So....dari pada nanti ada apa² dgn susan akhirnya saya membatalkan acara piknik utk hari itu. Saya sempat sedih krn hari itu tidak melakukan kegiatan apa², tp sore harinya susan mengajak kami ber4 utk keluar rumah sekedar berjalan² disekitar pusat perbelanjaan.


Hari jum'atnya kita bertiga berencana utk mengunjungi kota Enkhuizen, daan tdk bisa ikut krn siang harinya harus masuk kerja. Kota Enkhuizen terletak disebelah utara kota Amsterdam, jauhnya kira² 60 km. Menurut saya kota Enkhuizen adalah kota kecil yg sgt manis, ada dermaga tempat parkir perahu² nelayan yg terlihat agak antik , banyak pohon² besar dan tua yg berjejer disepanjang dermaga, ada taman tempat beristirahat serta banyak bangunan tuanya.


Saat melewati sebuah taman kita bertiga sempat berhenti cukup lama utk melihat atraksi seorang wanita yg sedang melatih anjing miliknya. Saya tdk tahu nama jenis anjing ini ttp jenis anjing yg satu ini terkenal sgt cerdik dan biasanya dipakai oleh pengembala atau peternak domba utk menjaga hewan peliharaannya. Saya sempat memberikan applaus beberapa kali krn kagum melihat kepiawaian binatang yg satu ini.


Setelah cukup lama berjalan² dan sebagian jari kaki saya mulai membeku, akhrinya kita memutuskan utk menghangatkan diri dan masuk ke cafe. Uwe berandai-andai bhw jika saja kota osna (kota tempat kita tinggal ) secute ini dia akan sering² main ke pusat kota. Uwe kurang menyukai berjalan² dipusat kota osna yg penuh dgn toko² dan bangunan komersial. Dia lebih menyukai toko yg mempunyai karakter (bangunan antik dan terkesan hangat). Tanpa terasa haripun menjelang gelap. Seperti diketahui bhw kita hampir saja memasuki musim winter yg artinya sang mentari cepat sekali ingin bersembunyi. So....kita memutuskan utk cabut dari Enkhuizen dan menuju kota Pumerend.


Ceritanya malam itu kita akan makan Shoarma di resto Babylonia yg ada di kota Pumerend. Dahulu kita pernah makan disini, rasanya sangat memuaskan. Sebelum pergi ke resto kita sempat mampir ke toko klontong Indo yg ada dikota itu tp sayang saya tdk menemukan brg yg saya cari dan sepertinya kepemilikan toko ini sdh berpindah tangan. Kwantiti brg² produk Indo asli sdh berkurang dan pria setengah baya yg berada di belakang kasir juga tdk bisa berbahasa indo. Saya sempat sedih melihat situasi ini ttp uwe berusaha menghibur saya demikian susan yg mengatakan bhw esok hari saya pasti akan menemukan apa yg saya cari. So....akhirnya hati saya mulai terhibur dan merasa gembira akan acara makan shoarma di resto Babylonia. Resto ini tdk pelit dgn yg namanya saus. Jika anda memesan shoarma entah itu porsi kecil atau besar, biasanya akan disajikan 4 macam saus dan seporsi kecil acar bawang merah. Rasa sausnya sangat enak demikian juga acar bawang merah mentahnya. Sebenarnya saya itu paling anti makan bawang mentah ttp acar diresto ini harus anda dicoba , hanya saja kita harus hati² utk memakannya krn rasanya alamaaaak....amat sangat puedaaassss. Rasa pedasnya sampai kedalam kuping tp krn enak saya sempat mencoba lagi beberapa kali dan akhirnya hrs berhenti krn mulut saya mulai mengap² dan air mata juga mulai keluar. Untung saja ada saus yoghurt dan sebutir jeruk yg langsung saya makan. Ah....ya, jeruk tersebut adalah bonus dari resto, istilahnya utk dessert setelah makan shoarma. Pemilik resto juga sgt ramah, beliau berasal dari negara Syria. Pokoke jika anda punya kesempatan main ke kota Pumerend, cobain deh makan shoarma di resto ini, rasanya dijamin uhuuuyyy.