
"Linderhof "


Saya yakin dimusim summer terlihat sangat indah terutama halamannya yg ada taman mawar, air mancur, kolam ikan dan angsa² liar (binatang kesayangan raja Ludwig), dan patung² antik ( klo winter mereka ditutup dgn kotak kayu spy tdk rusak ). Menurut cerita sang guide, katanya raja Ludwig sempat tinggal selama 7 tahun didlm kastil ini hingga akhir usia beliau sebelum meninggal krn kecelakaan. Sayangnya didlm kastil kita tdk boleh membuat foto atau film (copy right hanya milik mereka- bisa dgn membeli buku, kartu pos atau sejenisnya ditoko cenderamata yg ada diloket pembelian karcis masuk). Kalian bisa juga meng-klik judul diatas utk melihat bag dalam dari kastil ini . Ada beberapa inspirasi design dari raja Ludwig yg menurut saya sangat menarik, terutama dgn design kaca berbingkai didlm kamar tidur beliau.
Hotel Linderhof 
Siapa yang tidak kenal kastil ala negeri dongeng ini ? setiap turis yg datang ke Bayern biasanya selalu mampir kesini, yg terletak di kota Füssen. Dari kejauhan kita sdh bisa melihat bangunan ini berdiri kokoh dipinggir sebuah bukit berbatu. Kastil ini dibangun oleh raja Ludwig II, yg memang senang dgn seni dan keindahan. Banyak design didlm kastil² milik beliau yg terinspirasi dari kastil² negara P'cis, dimana beliau sering diundang oleh raja² dari negeri tersebut.
Mobil hrs diparkir di bawah dan setelah itu kita jalan agak mendaki menuju bangunan tempat menjual karcis masuk ke dlm kastil. Saya dan uwe tdk tertarik utk masuk ke dlm kastil krn sdh pernah demikian juga thomas. So...akhrinya kita tdk jadi membeli karcis tetapi tetap ingin naik ke atas bukit tempat kastil berdiri.

Berhubung sejak pagi hari kita sdh berolah raga yg cukup, lalu kita memutuskan utk naik kereta kuda ke atas bukit nanti turunnya jalan kaki. Sebenarnya utk naik ke sana bisa jalan kaki, naik kereta kuda atau naik bis (klo winter jarang ada yg naik ke atas). Utk naik kereta kuda kita juga hrs menunggu keretanya sampai penuh. So...akhirnya jalan juga kuda² ini. Ah ya, ada pengalaman yg kurang menarik dgn naik kereta ini krn terkadang ditengah jalan sang kuda tiba² berhenti utk membuang hajatnya. Berhubung kita duduk di depan (samping pak kusir) jadi kita bisa melihat dgn jelas dan bisa mencium aromanya (tp bau tersebut cepat menghilang krn setelah itu sang kuda jalan kembali). Untungnya kita sdh di beritahu oleh sang kusir ttg hal ini jadi saya bisa membuang muka saat mereka buang hajat...baaahhhhh.....dasaaarrrr....kuda....
Akhirnya sampai juga kita di stasiun pemberhentian, dari situ hrs berjalan lumayan jauh ke atas bukit, itung² olah raga deh. Apalagi nanti kita bisa melihat pemandangan yg cukup indah, rasanya jalan ngos-ngosan keatas bukit ini tidak sia².

Setelah jepret² di sekitar halaman kastil lalu saya jepret ke arah jembatan "Marienbrücke" nun jauh diseberang sana. Baru deh kemudian kita keluar dari halaman kastil menuju ke arah jembatan Marienbrücke. Dari jembatan ini kita bisa mengambil foto dgn latar belakang kastil Neuschwanstein.

Diatas jembatan ini biasanya suka ada seorg penjaga yg berpakaian tradisional daerah Bayern. Dibawah jembatan kita bisa melihat air terjun yg dibawahnya terlihat berwarna kehijauan. Jembatan ini pertama kali dibangun dgn bahan baku utama dari metal yaitu saat pemerintahan Raja Ludwig II, baru kemudian thn 1984 direstorasi . Tinggi jembatan ini kira² 100 meter. Jika ingin melihat panorama 360° dari Marienbrücke coba klik


Rencananya utk turun dari bukit ini nanti kita ingin jalan melalu sebuah jurang yg bernama Pöllatschlucht. Kira² thn 2003 saya dan uwe pernah berjalan di sepanjang "schlucht" ini, pemandangannya benar² mengagumkan, melihat air terjun dari bawah dgn aliran sungai yg cukup deras dan jembatan yg menempel di gunung berbatu, benar² adventure.
Jalan menuju Pöllatschlucht
3 thn yg lalu ketika mama dan adik ada disini (thn 2005), saya juga membawa mereka melalui jurang ini, sayangnya pemandangan sdh agak berubah krn pengaruh banjir besar. Batu² sebesar gajah yg dahulunya tersusun rapi ( krn proses alami ) sdh menjadi porak poranda. Tetapi saya tetap menyukai jalan² disekitar sini.

Sayang seribu sayang, rupanya hari itu hari sial kita. Ternyata jalan kearah Pöllatschlucht ditutup dikarenakan ice yg mencair serta reruntuhan bebatuan. Jika tetap membandel, segala bahaya hrs ditanggung sendiri. Yaaah....mau dibilang apa, jadinya kita mencari jalur turun yg lain bukan jalan beraspal tempat bis atau kereta kuda lewat tetapi jalan tanah yg pemandangannya lebih menarik. Dari sini nanti kita bisa melihat kastil /Schloss Hohenschwangau dgn cukup jelas (jika ingin mengambil foto).



































