Mittwoch, 19. Dezember 2007

Osnabrück Weichnachtsmarkt

Seperti kita ketahui setiap akhir bulan November hingga beberapa hari menjelang hari natal, dibanyak kota di negara Jerman selalu mengadakan pasar natal ato disini biasa disebut Weichnachtsmarkt, tidak terkecuali kota Osnabrück. Weichnachtsmarkt dibuka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Biasanya jika cuaca cukup ramah, hampir setiap malam selalu dipenuhi pengunjung. Para pengunjung ini tidak hanya datang dari kota Osnabrück, tetapi juga dari kota tetangga maupun negara tetangga dlm hal ini Belanda, bahkan ada beberapa turis dari Inggris, Spanyol maupun Amerika.

Stand yg berdiri di pasar ini menawarkan beraneka ragam makanan, minuman, hasil pekerjaan tangan, permainan utk anak² bahkan live musik. Para pengunjung selain bisa melihat Weichnachstmarkt, bisa juga berjalan² dipusat kota Osnabrück sekedar utk ber-window shopping . Berikut sekilas kesan dari Weichnachtsmarkt.

Ini adalah komedi puter yg sdh cukup tua, tetapi krn mempunyai sejarah dgn pasar malam Osnabrück dan juga masih berfungsi, jadi setiap thnnya selalu meramaikan pasar malam ini.

Duuuuh....warna permennya cukup mengkhawatirkan tetapi sgt disukai oleh anak².



Ada beberapa kelompok anak sekolah dasar yg berusaha mengumpulkan sumbangan dgn cara bermain musik. biasanya dana yg dihasilkan akan disumbangkan utk negara dunia ke 3 yg tinggal dipedalaman.

Salah satu ciri khas roti/kue dari Jerman dgn aroma spekulas


Makanan ini terbuat dari Marzipan (kacang Almond). Marzipan ini bisa dibentuk dan diolah utk berbagai motif dan hiasan.

Ini adalah Liebesapfel, buah apel yg dilumuri karamel dan diberi pewarna.


Pedagang biji/buah Kastanian. Biji Kastanian ini digongseng terlebih dahulu baru kemudian bisa dimakan, rasanya agak mirip biji nangka tapi lebih empuk.



Kerajinan tangan dari kayu asli dari kota Harz.


Beberapa hari lagi Weichnachtsmarkt akan berakhir. Sampai jumpa di pasar malam thn depan (insya Allah)......Auf Wiedersehen....see u later....


Donnerstag, 6. Dezember 2007

Brugge

Kota Brugge dipilih uwe secara spontan, beberapa jam sebelum kita meninggalkan rumah. Seorang sahabat dan tante-nya menyarankan dia utk berkunjung kesana. Robin (temannya uwe) berkata bhw kota ini cukup unik, banyak bangunan tua dgn kanal² kecil. Menurut Robin kota Brugge mirip dgn kota Venice tp dlm bentuk mungil. Sejak thn 2000 kota Brugge termasuk kota yg dilindungi oleh Unesco, lebih lanjut kalian bisa melihat byk foto menarik ato baca ttg kota Brugge disini.
Saya booking hotel utk bermalam di Brugge dari internet di rumahnya Susan. Sebuah hotel dgn bentuk bangunan tradisional, namanya hotel Panenhuis ( ada Parkir gratisnya, harap diingat bhw di byk kota di Belgia tempat parkir jarang ada yg gratis ). Kota Brugge berada disebelah Timur kota Brussel, agak kearah laut. Jarak dari Brussel ke Brugge ditempuh dgn waktu sekitar 45 menit melalui jalan tol. Saat itu hari Minggu, jadi suasana jalan tol cukup tenang dan tidak penuh.

Kita datang dihotel lebih awal dari perkiraan, jadi belum bisa masuk kamar krn masih dibersihkan. Ruangan didlm hotel terkesan nyaman, penuh dgn ornamen dari kayu dan ada tungku perapian diruang tunggu. Kita hanya chek-in, nitip koper dan cabut ke arah pusat kota. Sebelum itu sang pemilik hotel, pria setengah baya dan berkaca mata, memberikan kita peta dan sedikit informasi mengenai Brugge. Dia juga menawarkan apakah kita berniat utk makan malam di resto mereka. Berhubung perut kita blom lapar dan juga kita belum tahu dimana nanti akan malam, jadinya kita tidak memesan tempat disana.

Kota Brugge ini dikelilingi oleh Kanal, dimana para turis bisa menaiki semacam perahu dan mengitari bagian dari kota disertai seorang guide. Saya tidak tahu bahwa kota Brugge itu cukup terkenal, terlihat dgn masih banyak turis dari manca negara yg datang kesini. Menurut saya yg menarik dari kota ini adalah bentuk bangunannya, yg walaupun sdh tua tapi terawat rapi. Sayang banyak diantara bangunan ini yg akhirnya menjadi toko², cafe maupun resto. Ah...ya, cara lain menjelajahi Brugge yaitu dgn naik kereta kuda yang kusirnya sebagian besar adalah wanita. Di bag belakang pantat kuda tersedia sebuah kantung utk menampung kotoran sang kuda. Jadi suasana di kota tetap terlihat bersih walaupun sang kuda berkali² mengangkut para turis utk mengitari kota.

Hari itu adalah hari-nya uwe krn kemarin sewaktu di Brussel adalah hari-nya saya. So...jadi kali ini saya yg hrs manut kpd uwe. Tp walopun demikian saya bebas bisa pergi ketempat yg saya suka dgn membuat perjanjian terlebih dahulu. Terkadang boring juga sih mengikuti langkah uwe yg asyik hunting foto (sayang saya tdk bawa kamera- hanya handycam). Ceritanya waktu itu saya berpisah dgn uwe dan masuk kedlm S'market, ingin mencari kuker special dari Belgia (ingat tdk cerita ttg di resto). Voila.....ketemu euy, saya beli bbrp kotak karton dan kotak kaleng (klo yg ini dicampur dgn waffel). Kalian pasti tahu kan bhw negara Belgia juga terkenal dgn waffelnnya.


Setelah capek putar² kota kita duduk disebuah lapangan besar ditengah kota, asyik melihat turis² yg lalu lalang sambil makan kuker. Uwe menawarkan saya utk naik perahu tp saya tolak krn cuaca yg kurang bagus, dingin dan berangin. Sedangkan perahu-nya tdk mempunyai pelindung (atap atau kaca depan/samping utk menahan angin). Menjelang senja cuaca benar² menjadi kurang ramah, sempat turun gerimis kecil. Kita memutuskan utk kembali ke hotel sebelum hujan benar² turun.

Kita akhirnya memutuskan utk pesan tempat di resto hotel. Setelah waktu yg ditentukan kita turun ke ruangan tunggu krn kompor resto baru saja dinyalahkan. Saat turun dari tangga, saya sempat melihat koleksi foto² yg terpajang disana. Sebuah foto sgt menarik perhatian saya krn spt-nya saya mengenal wajah wanita yg ada difoto tersebut, diapit oleh pemilik hotel dan sang istri. Lalu saya berkata bhw wanita itu adalah "Chaterine de neuf, seorang artis kondang dari Perancis . Ternyata dugaan saya dibenarkan oleh pemilik hotel. Woooowww.....kalau Chaterine de Neuf pernah makan disini, itu berarti kita akan mendapatkan makan malam yg ....mmmm...mmmm dong....penasaran deh jadinya.

So, kita dipersilahkan duduk terlebih dahulu didepan perapian, suasananya hangat dan romantis. Kemudian kita diberi buku menu yg cukup besar. Saya memutuskan utk pesan menu ikan krn saya ingin tahu standar di resto ini. Biasanya kalau resto berkwalitas memiliki saus yg enak sbg teman makan ikan, saus yg rasanya lembut, ringan dan handmade (bukan saus instant). Kalau uwe spt biasa...apalagi kalau bukan filet steak. Saat menunggu pesanan, kita mendapatkan opening menu gratis, kalo disini dibilang "einen Grüss aus der Küche" (sebuah salam dari dapur). Ada 3 bentuk imut berbaris di piring panjang segi 4, berisi smoked salmon yg dihias dgn sehelai roti hitam ( aroma dan rasanya mild, tdk smoky & fishy ), mousse dari hati angsa yg lembut dan ikan hering yg diberi salat ketimun. Rasanya saudara²....jangan ditanya...super lecker. Saya yg biasanya tdk suka dgn smoked salmon aja mau memakannya.

Kemudian kita dipersilahkan masuk kedlm resto. Tak lama kemudian datanglah pesanan kita. Rasa ikan dan sausnya benar² spt yg saya harapkan demikian juga dgn filet steak uwe, rasanya lembut spt butter. Singkat cerita kita benar² puas dan cukup kenyang. Krn masih penasaran kita memutuskan utk memesan dessert berupa Zabaione. Yg membuat adalah pemilik hotel sendiri dan membuatnya didepan kita. Menurut saya, membuat zabaione itu sgt melelahkan krn hrs selalu diaduk diatas api, jadi kasihan melihat bapak tersebut. Tadinya saya takut nanti tdk bisa menghabiskan sang zabaione (saya tdk suka dessert hangat). Tp rupanya dgn cepat zabaione segera lenyap. Malam itu kita amat sgt puas dgn service dari resto ini. Sebagai pesanan terakhir kita minum espresso, kita diberi sepiring kuker mungil dan praline. Krn kenyang, saya membungkus bbrp potong praline utk teman diperjlnan besok (idiiih...nggak mau rugi ). Oleh krn itu jika anda kebetulan main ke kota Brugge, saya rekomendasikan utk makan di resto Pannenhuis ini.

Esok harinya kita cabut menuju home sweet home, melalui route yg sama dgn pemandangan yg membosankan. Yg parahnya, hari itu kita pulang diiringi hujan yg turun sejak dari Brugge hingga sampai ke rumah ( 4jam ). Tapi yg terpenting kita tiba dgn selamat hingga ditempat tujuan.


Wokidoki...sampai jumpa dicerita selanjutnya......

Dienstag, 13. November 2007

Brussel

Keesokan paginya setelah sarapan, kita lanjut acara dgn berpetualang di sekitar kota Brussel, kita memutuskan utk berjalan kaki. Peta kota Brussel sdh ditangan, kita mencoba utk mempelajarinya sebentar dan los...!!!. Acara pertama diarahkan ke daerah Marollen, katanya setiap wiken ada Flohmarkt (pasar brg bekas, ternyata di bbrp sudut kota ini selalu terdpt Flohmarkt, hanya saja yg di Marollen ini adalah yg terbesar). Kita berusaha mencari jalan yg sedekat mungkin (1,5 km). Kebetulan kita melalui daerah yg cukup menarik spt bangunan Palace de Justice dgn bentuk bangunannya yg sgt giant. Kemudian diseberang jalan ada sebuah monumen yg cukup tinggi dan berbentuk bbrp patung tentara, ttg peringatan perang dunia I. Ternyata letak bangunan ini diatas sebuah bukit jadi kita bisa melihat pemandangan sebagian kota Brussel dari atas sini. Sayang pemandangan ke bawah sana tdk menarik, mungkin ini efek samping dari perang dunia dan juga situasi perkembangan kota. Dari situ kita bisa turun dgn lift.


Flohmarkt yg kita lihat ukurannya termasuk sangat besar, banyak brg tua/bekas yg dijual, mulai dari keramik, baju/mantel bekas hingga furnitur. Tak jauh dari Flohmarkt terdapat sebuah jalan yg sgt panjang dimana disepanjang jalan ini banyak berdiri toko² brg antik dan unik. Dari situ acara kita lanjut menuju ke pusat kota Brussel, yaitu Grand Place. Kita berjalan kaki sejauh 1,5 km, mengikuti rute peta ditangan. Kita tiba di bagian selatan dari pusat kota, dimana disitu berdiri Patung Männeken Piss. Menurut saya patung ini tdk terlalu special tp entah kenapa sgt terkenal dan menjadi maskot kota Brussel. Sebuah patung anak kecil , tingginya sekitar 60 cm dan sedang pipis. Original patung adalah telanjang, ttp sekarang patung tersebut diberi pakaian dan topi (pakaiannya sering berganti-ganti). Kita tdk tertarik utk memotonya apalagi pojokan kecil itu dipenuhi para turis yg ingin memoto dan beraksi didepan patung. Tp jika kalian ingin melihat bisa klik disini. Disamping patung dan diseberang patung byk terdapat toko coklat dan praline. Yap.....kita ketahui bhw negara Belgia terkenal dgn hasil olahan coklat dan praline-nya.



Salah satu keinginan saya datang ke Brussel adalah ingin melihat toko praline
"Neuhaus" dimana praline ini pernah menjadi favorit saya. Tadinya saya berpikir bisa berkunjung ke toko dan melihat cara pengolahannya ( spt Bernard's Castelain praline di Chateauneuf du Pape atau Mazet di Chamberry-P'cis), rupanya tidak bisa euy...mereka hanya menjual saja. Kepala saya agak pening melihat byk-nya toko praline di setiap sudut jalan yg saya lalui, mulai yg dari harganya mumer hingga yg mahal. Spt kebanyakan pusat kota turis, byk toko²menjual brg²nya agak berbau komersial. Maksudnya, kwalitas tdk terlalu diperhatikan (krn biasanya para turis mempunyai suasana hati yg gembira saat berkunjung kesana) sehingga suka lengah dlm mencari oleh². Oleh krn itu saya sarankan, jika anda ingin membawa praline sbg oleh², coba beli hanya bbrp potong saja, kemudian dicicipi. Jika ingin mudahnya anda bisa membeli praline yg sdh punya nama ( spt: marcolini, neuhaus, galler, godiva,wittamer, dll) atau gunakan insting anda saat melihat brgnya.



Pemandangan di sekitar Grand Place menurut saya sgt menarik, bangunan tua dan besar yg penuh ornamen masih berdiri dgn megah dan kokoh. Tempat ini merupakan salah satu magnet dari kota Brussel. Saya sgt menikmati suasana ini, dimana pagi itu blom byk turis yg datang sehingga bagi yg ingin berfoto ria bisa berakting dgn bebasnya. Setelah puas putar² di sekitar Grand Place dan sudut²nya, saya memutuskan ingin melihat toko praline
"Pierre Marcolini" didaerah Grand Sablon (kira² 1 km ke arah tenggara dari Grand Place). Menurut buku panduan yg saya miliki, katanya praline dari P Marcolini ini adalah salah satu yg terkenal dan terbaik di Brussel. P Marcolini pernah berguru kpd Wittamer seorg maitre chocolatier-confiseur terkenal dari Brussel. Setelah cukup menimba ilmu, P Marcolini kemudian mendirikan toko sendiri yg letaknya tdk jauh dari toko Wittamer. Interior toko praline P Marcolini ini lain dari pada yg lain, menurut saya agak mirip butik , serba gelas dan didominasi warna hitam. Di etalase kita bisa melihat berbagai macam design coklat, tart mungil dan desert yg sgt cute dan menarik. Saya suka dgn toko ini dan sempat beli 1 kotak utk dibawa pulang (dibeliin deh sama uwe). Sayang saya tdk masuk ke dalam toko Wittamer hanya melihat dari luar saja. Sepertinya hari itu cukup dgn acara melihat coklat, kasihan uwe yg sdh mau mengerti dgn keinginan saya.



Kemudian kita memutuskan utk berjalan menelusuri sudut lain kota Brussel dan mampir ke Royale Museums of Fine Arts di Place Royale Koningsplein, iseng masuk kesana, sekalian istirahat (ada cafeteria-nya) dan menghangatkan badan. Museum ini mempunyai aula yg sgt besar ada 4 pintu menuju ruangan museum yg lain (utk masuk kesana hrs membeli tiket). Di bbrp sudut terpasang lukisan yg sgt giant, atapnya sangat tinggi dan bermotif antik. Rupanya didlm museum sedang ada pameran lukisan Rubens. Jujur....saya tdk kenal siapa Rubens, uwe tahu sedikit ttg pelukis ini dan tertarik utk melihatnya. Saya merasa agak lelah dan tdk terlalu tertarik utk melihat lukisan dan memutuskan utk duduk di aula museum ini.

Salah satu kreasi pelukis Rubens

Hari menjelang senja, rencana terakhir adalah mencicipi french fries alias kentang goreng yg asal muasalnya dari Belgia. Dari berita yg saya baca, katanya salah satu kentang goreng yg terbaik di Belgia adalah kentang goreng Maison Antoine yg terletak di Place Jourdan (2 km). Saya ingin pergi kesana, penasaran...spt apa sih rasanya. Uwe sdh mulai uring²an krn jarak yg akan kita tempuh cukup jauh hanya utk makan kentang goreng. Dia ingin naik taksi tp saya larang. Sebenarnya utk menjelajahi kota Brussel, para turis bisa menyewa sepeda loh. Tp saya sih tdk mau deh ah, nggak ku-ku la yau, soale jalannya sering naik turun (berbukit), lebih baik jalan kaki aza. Untungnya jalan menuju kesana pemandangannya cukup menarik (melewati Parc du Bruxelles, gedung Parlemen, melihat seorg penting dari Brussel yg sedang diwawancarai oleh bbrp reporter tv, dll), jd jarak yg cukup jauh tdk terlalu terasa.
Kita sempat berjalan kaki kejauhan krn saya salah baca peta, untungnya uwe nggak protes sbg gantinya saya traktir uwe makan kentang goreng.


Rupanya Maison Antoine itu cuma sebuah kios kecil yg berdiri disebuah taman kecil didaerah perumahan. Walaupun hari sdh menjelang sore, saya melihat masih byk org yg mengantri utk makan kentang goreng ini, baik penduduk setempat, polisi maupun bbrp org turis. Saya pesan 2 porsi kentang goreng plus mayonesse (mereka punya byk jenis saus ) dan 2 potong croquettes de crevettes (kroket kentang-udang yg dicampur dgn keju, rasanya lumayan enak). Menurut kita berdua, rasa kentang goreng ini biasa aja, tdk crispy spt kentang goreng lainnya. Saya pernah makan kentang goreng enak di Amsterdam atau di kota tempat tinggal saya ada kentang goreng yg lebih enak dari Maison Antoine. Saya tdk mengerti kenapa The New York Times pernah memberikan predikat kentang goreng ini sbg kentang goreng terbaik. Yah...tp ini mungkin cuma masalah perbedaan selera. Kita istirahat sebentar ditaman ini sambil menikmati suasana sore dgn anak² penduduk setempat. Setelah itu kita balik menuju hotel...weleh²...jalanan sdh mulai gelap, tambah susah deh baca petanya. Besok kita cabut ke arah Brugge.




Ps: semua foto dijepret oleh uwe...sowy...bukan daku.


Sonntag, 4. November 2007

Amsterdam - Brussel

Sebenarnya rencana kita ingin berangkat pagi² dari Amsterdam ke kota Brussel. Setelah sarapan pagi dgn menu yg sangat enak, ternyata uwe dan susan masih lanjut dgn acara ngobs ini-itu hingga akhirnya kita baru keluar dari rumah susan sekitar jam 2 siang. Tadinya kita berpikir perjalan ke Brussel tdk akan sulit, paling hanya butuh 2 jam, apalagi hari itu menjelang wiken. Tapi ternyata perkiraan kita salah, jalan tol saat keluar dari Amsterdam hingga ke kota Brussel bisa dibilang cukup penuh terutama oleh truk² container. Yg parahnya adalah saat melalui kota Antwerpen (kota yg terkenal dgn bisnis berlian-nya), weleh²...nggak ku-ku deh situasi jalan tol padat merayap.

Tapi yg paling bikin sutris adalah saat memasuki kota Brussel, jalanannya benar² macet dan chaos, agak² mirip dgn lalin (lalu lintas) di kota Paris. Mungkin bagi yg pernah melihat/main ke kota Paris akan sedikit mengerti dgn keadaan lalu lintas disana. Kita sempat terkejut saat berada disebuah perempatan (yg tdk ada lampu lalinnya) krn ternyata mobil kita berada diatas rel Trem yg sedang berjalan ke arah kita. Sempat binun dan agak panik krn mobil tdk bisa bergerak baik ke depan maupun belakang, wong...gi macet bow. Untungnya aja supir Trem di Brussel cukup sabar dan mau berhenti, menunggu mobil kita mendptkan tempat utk bergerak. Ternyata kejadian spt ini setelah saya amati sering terjadi di kota Brussel.

Akhirnya hotel yg kita cari ketemu juga, hotel Floris (sekedar info, jika booking kamar dihotel ini minta yg kearah taman, kamarnya lebih besar dan lebih tenang) . Letak hotel ini cukup strategis hanya saja jalan menuju kesana hrs muter-muter. Untungnya saat booking hotel, kita juga booking tempat parkir milik hotel yg letaknya tepat diseberang hotel (sgt disarankan utk booking tempat parkir jika anda datang dgn kendaraan pribadi). Bisa saja kita memakai tempat parkir umum tp letaknya agak jauh dari hotel. Pokoke hari itu kita merasa bersyukur bisa tiba dgn selamat di kota Brussel, juga kendaraan kita tdk mendptkan goresan atau benjolan. Setelah dilihat di alat pengukur, ternyata jarak dari Amsterdam - Brussel kita tempuh hampir 3 jam. Planning saya utk menjelajahi Brussel dgn seksama jadi meleset. Saya putuskan selama di Brussel utk fleksibel dan mengikuti arah langkah kaki saja.

Eh...ya, service dari hotel ini sgt baik, pegawainya juga ramah dan siap utk menolong serta memberikan informasi kpd para tamu hotel. Sebenarnya kita cukup puas dgn fasilitas hotel ini, tp iseng² uwe memberitahu bag.receiption bhw ditoilet terdengar suara air mengalir. Sebenarnya suara aliran air tersebut tdk terlalu mengganggu, toh hanya didlm toilet dan suaranya kecil. Tak lama kemudian mereka mengecek dan memutuskan bhw sebaiknya kita pindah ke kamar yg lain saja. Rupanya kita mendpt kamar baru yg lebih besar dan lebih tenang....aciiik.

Ini bukan hotel tempat kita nginap loh, melainkan sebuah kantor pemerintahan

Setelah istirahat sebentar, kita lanjut acara utk mengenal daerah disekitar hotel. Disana byk terdapat pertokoan, resto² bergaya antik, butik² serta perkantoran. Hari itu kita tdk bisa pergi ke arah Grand Place krn suasana menjelang gelap. Kita berjalan cukup jauh dan lama sambil sesekali berhenti utk menikmati suasana malam di kota Brussel. Disuatu tempat, ada sebuah bentuk kreasi yg sangat menarik. Terbuat dari bilah² kayu yg disambung demikian rupa dan berbentuk hampir mirip sebuah burung raksasa yg sedang terbang, hanya saja bag tengahnya bolong.

Ditengah² foto, ada sebuah bentuk imut dan hampir tdk terlihat, itu adalah saya, sekedar utk perbandingan berapa besar btk bangunan ini.

Kreasi ini dibuat oleh Arne Quinze, kalian bisa melihat websitenya dia dgn meng"klik" namanya. Jika ingin tahu lebih lanjut ttg dia, bisa mengklik blognya. Disana kalian bisa melihat byk foto ttg kegiatan dia dan juga sedikit foto² sudut kota Brussel. Truz ada video saat pembuatan kreasi giant spt foto diatas.

Saat perut mulai keroncongan, kita memutuskan utk makan malam disebuah resto itali yg terlihat nyaman dan menarik (kita bisa melihat sang koki memasak dari depan resto/jalanan). Rupanya malam itu uwe mendptkan pelajaran yg cukup berharga dgn jumlah bon yg datang kemeja kita. Oleh krn itu saya sarankan jika kalian ingin memesan makanan hrs dibaca secara seksama dan hati², kalau perlu ditanya secara rinci (harganya). Maklum....harga masakan di kebanyakan resto di kota Brussel tidak murah, terutama harga minumannya (baik non alkohol apalagi alkohol).


Di resto itali yg sempat membuat kita terkejut dgn jumlah tagihannya, kita sempat mengenal kuker khas Belgia. Ceritanya setelah makan malam kita sempat memesan espresso, truz mereka meletakkan 1 kotak kuker (dlm kotak kaleng kecil). Menurut saya agak aneh, kok kukernya 1 kotak siy...gimana ayo kalo kita habiskan semua ???! Kita penasaran utk mencobanya...woow...ternyata rasanya sangat enak. Sayang kotak kaleng tersebut polos, tdk ada tulisan sama sekali. Saya berusaha mengamati bentuk dan rasanya, nanti akan saya cari di S'market, cafe atau kios makanan, siapa tahu bisa ketemu.

Montag, 29. Oktober 2007

Osnabrueck - Amsterdam

Minggu lalu untuk kesekian kalinya kita main ke Amsterdam. Kali ini selain kita ingin berkunjung ketempatnya Susan (sahabat karib dan lamanya uwe) dan Daan, kita juga ingin melihat konsernya “Suzanne Vega“. Penyanyi yg satu ini adalah satu satu penyanyai favoritnya Uwe dan Susan. Kalo saya sebenarnya tidak terlalu mengenal Suzanne Vega tapi saya tahu ada beberapa lagu dari dia yg menurut saya cukup enak dan malah cukup terkenal, seperti "Tom's Dinner"serta “ My Name is Luka “

Susan, Daan, Parmegianno-Reggano ( keju Parmesan), Comte (keju dari P'cis) dan Ida

Sudut lain dari Amsterdam yg ternyata cukup sepi

Kita menginap selama 5 hari di rumahnya Susan dan Daan. Mereka tinggal di bagian utara kota Amsterdam. Kalau ingin ke pusat kotanya tinggal naik bis, kira² selama 10 menit. Seperti biasa, kita jalan² mengukur dan mengitari kota Amsterdam yg menurut saya selalu unik dan menarik, kalian klo main ke Amsterdam jgn hanya menulusuri Red Light aza yah, tp coba jalan ke bagian lainnya spt Jourdan atau sejenisnya. Kita sempat jalan ke sekitar Haarlemerstraat dan saya kepincut dgn sebuah toko keju dan roti, aroma yg keluar dari toko ini dan cara mereka menata keju (tdk spt toko keju sebelumnya) yg membuat saya harus masuk kesana. Saya sempat membeli sepotong keju yg rasanya cukup mild dan enak (sebenarnya saya bukan pecinta keju loh). Eh...ya, tidak lupa saya selalu mampir melihat supermarket yg ada didekat rumahnya Susan yaitu supermarket yg bernama Albert Heijn ( AH) dan C1000. Entah kenapa jika saya mengunjungi sebuah kota, saya berusaha utk melihat supermarket yg ada. Rasanya ingin tahu seperti apa sih supermarket di kota yg saya kunjungi. Supermarket yg ada di Amsterdam atau Holland biasanya tdk sebesar atau selengkap supermarket yg ada di Jerman. Tetapi mereka punya kelebihan tersendiri, misalnya supermarket AH, disini mereka menyediakan jenis sayuran yg cukup lengkap terutama jenis salad yg siap dimakan wwooowww....pilihannya cukup banyak, tertata dgn rapi. Saya juga pernah lihat kacang panjang dijual disini atau nasi didlm besek dari Pak Leony-tp kayaknya sekarang sdh tdk ada lagi deh. Atau jenis daging yg siap dimakan atau siap dimasak/panaskan, pilihannya lebih variatif dari pada di Jerman.

Toko Keju dan Backerie di Haarlemerstraat
Amsterdam
Selain itu kita juga sempat melancong 1 hari penuh ke kota Volendam, Edam dan Pumerend. Saya suka dengan suasana di kota Volendam, baik yang disepanjang tepi laut maupun bagian belakangnya yang penuh dgn gang, rumah² yg mungil dan manis serta jembatan tuanya. Hari itu cuaca agak lumayan deh alias nggak ada hujan, cuma yg nggak ku-ku adalah hembusan anginnya….wuuuuiiiih ….cukup kencang bo dan duingiiiin, saya aja hampir jatuh terterpa angin yg berhembus cukup keras. Apalagi kota Voendam kan letaknya tepat dipinggi pantai.

Volendam


Terus terang, saya salut dgn konsep yg dimiliki kota Volendam dlm menarik minat para turis. Jujur aja yah, kota ini sebenarnya kota kecil, bahkan bisa dibilang desa nelayan. Tetapi magnet yg dimiliki kota ini cukup dasyat dlm menarik minat turis lokal dan manca negara. Saat saya datang ke Volendam cuaca sedang tdk terlalu bagus dan musim turis pun sebenarnya juga sdh lewat (pertengahan musim gugur). Kita bisa mendptkan tempat parkir dgn mudah tanpa perlu membayar. Tadinya saya berpikir bhw kali ini kota Volendam akan sepi dari serbuan para turis. Rupanya perkiraan saya salah, ternyata masih banyak turis² yg berminat main ke kota ini. Ada beberapa bis wisata besar yg saya lihat, mereka berasal dari negara spanyol dan asia, belum lagi ditambah turis biasa yg datang bersama keluarga. Saya sempat masuk ke sebuah foto studio utk berpose sebagai wanita nelayan dari Volendam( ada bbrp foto studio yg menawarkan jasa spt ini ). Tahu nggak di foto studio ini ada foto eks petenis Gabriella Sabatini yg juga sedang memakai kostum tradisional. Tadinya saya ingin berpose berdua dgn uwe tp si abang menolak, malu katanya. Ya sutra....jadinya saya berpose sendirian deh sambil mesem² krn ditonton org² yg juga ingin berpose sama spt saya.

Dari situ truz kita lanjut main ke kota Edam, kota yg terkenal sebagai penghasil keju. Letak kota Edam tidak jauh dari Volendam, kira² hanya sekitar 3 km. Tak disangka, kota ini juga kota yg mungil tapi cute. Yg anehnya nih….ternyata saya hanya menjumpai 1 toko yg menjual berbagai jenis keju. Tadinya saya pikir, saya akan mendapatkan toko keju dimana-mana. Entah kapan, sepertinya saya ingin sekali kembali berkunjung ke kota ini dan ingin melihat atraksi yg berhubungan dgn keju, hanya saja kita hrs datang dimusim yg tepat. Setelah cukup putar² melihat beberapa pojokan kota Edam, acara kita lanjut ke kota Pumerend. Ceritanya uwe ingin sekali makan Shoarma dikota ini, yg menurut cerita dari sahabatnya kota ini memiliki resto Shoarma yg sangat enak.

Edam


Kota Pumerend adalah kota yg cukup besar, lebih besar dari Volendam dan Edam. Kita sempat jalan² sebentar sambil mencari resto Shoarma. Cukup sulit utk mencarinya krn ada banyak gang, banyak pertokoan serta resto. Secara tdk sengaja saya melihat sebuah toko yg memajang nama Indonesia. Iseng saya masuk kesana, siapa tahu mereka punya pop mie. Ternyata penjaga atau pemiliknya wanita Indonesia. Waktu itu saya tdk sempat bertanya banyak² krn merasa ada yg aneh dgn badan saya, mungkin terlalu banyak kena angin pantai. Saya hanya sempat membeli bbrp kotak pop mie dan keripik pisang tanduk. Selain itu saya sempat membeli makanan yg sdh jadi misalnya rendang daging dan sambal udang-pete. Sebenarnya saya hampir saja gelap mata melihat masakan yg terpajang dibalik kaca, rasanya ingin mencoba semuanya. Tetapi saya hrs mengontrol diri krn perjalanan liburan masih panjang, mana bisa saya bawa masakan tersebut utk dibawa pulang….hiks…hiks…hiks….

Keesokan paginya, ketika pemilik rumah masih terbenam didunia mimpi, saya menghangatkan nasi, rendang dan sambal udang pete. Lalu memakannya dgn penuh lahap….wwwaaaahhhhh enaaaakkkk…..sayang nasi yg saya beli sdh habis, padahal sambal udang dan rendangnya masih ada…piye toh ida ???? Terpaksa sisanya saya tinggal dikulkasnya Susan…hi..hi…hi…pasti nanti mereka binun deh saat mencium aroma masakan tersebut. Malam harinya kita sempat mengundang Susan dan Daan utk makan disebuah resto sebagai tanda terimakasih atas kebaikan mereka menampung kita. Hari Jum'atnya kita cabut ke arah Brussel-Belgia.


Ps: semua foto dijepret oleh uwe, soale daku kebagian bikin pilem.