Freitag, 24. Oktober 2008

Calais II and around

Tempat parkir mobil tersedia dgn gratis

Hari itu adalah hari sabtu pagi, sebelum meninggalkan hotel kita diberi selembar kertas yg isinya mengatakan bhw kita tinggal di hotel tersebut. Kertas itu hrs kita tunjukkan kpd penjaga jalan supaya mereka mau membuka besi penghalang jalanan. Rupanya²nya selama 2 hari kedepan (sabtu dan minggu) jalan raya yg berada di pusat kota akan ditutup dari jam 10 pagi hingga sekitar jam 6 sore. Di jalan tersebut akan digunakan sebagai tempat bermain anak² yg ingin bersepeda, skate board, roller blade dan juga pasar kaget. Kita dianjurkan utk mengambil jalan disebelah kiri krn nanti akan bisa langsung keluar dari pusat kota Calais.


Hari itu kita akan menuju ke arah pantai atau bisa disebut juga tebing yg bernama "Cap Blanc-Nez". Tebing ini terdiri dari batu kapur dimana zat kapur ini berasal dari laut (ribuan thn yg lalu). Tinggi tebing Cap Blanc-Nez kira² 132 m dari permukaan laut. Ditengah bukit berdiri sebuah tugu PD II yg bentuknya mirip obelisk . Dahulu, dijaman PD II pasukan tentara Jerman banyak meletakan basis peralatan bom mereka disepanjang pantai ini, bahkan ke pantai dikota tetangga misalnya di Cap Gris-Nez.

Dibawah beton yg menjulur ini adalah salah satu bungker bekas PD II,
foto yg dibawah ini juga bekas bungker
Dari atas bukit ini jika udara benar² jernih alias tdk berkabut, kita bisa melihat negaranya Queen Elizabeth II. Sayang waktu itu udara agak berkabut tetapi kita masih bisa melihat secara samar² negara diseberang. Di atas bukit ini kita bisa melihat saksi sejarah yg berbentuk bungker beton, tempat tentara Jerman menunggu lawannya. Krn penasaran saya ingin tahu seperti apa bentuk dan isi bungker ini, ternyata hanya ruangan kecil dan gelap. Bisa saya bayangkan betapa menderitanya prajurit² ini saat menunggu musuhnya, sedangkan sang boss asyik menunggu ditempat yg aman dan nyaman. Belum lagi hembusan angin laut yg cukup kencang dan dingin. Saya tdk habis berpikir kok bisa²nya membangun kotak beton spt itu di daerah yg bagus ini dan jauh dari negara sendiri. Hanya orang yg gila dan haus akan kekuasaan yg mau berbuat seperti itu.


Back to the story. Saya benar² menikmati pemandangan alam yg ada dan berusaha utk turun bbrp meter ke lembah dekat bibir tebing. Uwe berteriak utk wanti² saya agar berhati². Saya duduk disana cukup lama, setelah jepret² sedikit saya duduk kembali utk menikmati keindahan alam yg ada. Mata saya terasa segar karena bisa melihat pemandangan yg jauh dan luas tanpa ada penghalang. Badan juga terasa segar krn menghirup udara bersih dari lautan atlantik ini. Sebenarnya kita bisa terus turun ke bawah ( ada banyak jalan utk hiking ) yg nantinya akan menuju pantai dan bisa berjalan disepanjang pantai menuju kota disebelahnya. Jaraknya cukup lumayan, mungkin 7-9 km . Saat itu pantai dalam keadaan surut sehingga bisa dipakai utk jalan² disepanjang pantai, hiking, bersepeda atau sekedar mencari kerang. Sekedar informasi bahwa pantai di laut utara Perancis ini sangatlah memikat apalagi dgn irama pasang surutnya yg selalu berganti setiap 6 jam sekali.


Setelah puas menikmati Cap Blanc-Nez, kita memutuskan utk sekedar mengendarai mobil melihat setiap desa atau tempat yg kira² menarik. Tujuan kita saat itu adalah pantai yg terletak dibawah sana, tempat tersebut bernama Escale. Dari tempat parkir kita berjalan menelusuri jalan kecil berbatu menuju pantai, lumayan jauh. Disini kiri kanan jalan terdapat semak² liar yg kebanyakan ditumbuhi pohon blueberry, buahnya hitam². Dibeberapa tempat berdiri rumah tinggal penduduk setempat dan juga tempat peristirahatan yg imut dan menarik. Ternyata pantai di Escale itu sangat luaaassss sekali (tentu saja saat air laut sedang pasang), terlihat bersih, pasirnya lembut dan berwarna kemerahan. Dibeberapa tempat terdapat gundukan baru koral, ada yg diselimuti oleh tumbuhan seperti lumut tp panjang atau tempat burung camar berkumpul. Saya dan uwe mengagumi pemandangan dipantai ini. Sesekali lewat nelayan dgn kendaraan mini traktornya utk membawa atau menarik perahu dari dan ke arah laut.


Satu hal yang saya suka saat berada di P'cis yaitu penduduk dipedasaannya bersikap sangat ramah kpd org asing/turis. Setiap kali kami berpapasan selalu mereka memberi salam, ada yg berusaha utk berkomunikasi dgn kami yg sayangnya kami tdk mengerti dgn bhs P'cis atau ada yg menunjukkan mimik lucu ( bergaya bak pragrawan ) saat kami meminta ijin utk memoto rumah mereka. Betapa indahnya dunia jika kita mau saling memberi salam , senyum atau setidaknya menunjukkan keramahan kpd orang lain. Saya tidak tahu pasti karakter asli oran gP'cis tetapi dari pengalaman yg kami dapati secara keseluruhan mereka sangat ramah.


Dari Escale lalu kami pergi menuju Wissant, kota kecil di sebelahnya. Sore itu banyak sekali turis yang datang utk sekedar rileks di pusat kota sambil menikmati makanan. Kebanyakan turis yang saya lihat berasal dari Inggris. Tidak ada yg istimewa dari Wissant, hanya karena weekend sehingga dipenuhi banyak turis terutama yang ingin berlibur didekat pantai. Tetapi walaupun demikian Wissant mempunyai sebuah toko bakerie yg ok punya loh, ada banyak jenis pattiserie yg cute dan menarik utk dicoba.

Sebelum gelap kita akhirnya balik menuju Calais tetapi tidak lupa saya meminta uwe utk mampir di S'market yg bernama Auchan. Seperti yg pernah saya ceritakan bhw setiap saya pergi ke suatu negara, biasanya saya tertarik utk main ke S'market-nya. Uwe sendiri agak binun dgn hobby saya ini krn biasanya wanita kan lebih suka main ke Mall tp saya justru lebih suka ke S'market. Ternyata Auchan ini guedeee sekali, hampir sama dgn Carrefour yg ada di kota besar di P'cis ( tdk semua S'market carefour itu ukurannya sama, tergantung letaknya). Jenis produk yg ditawarkan benar² luar biasa banyak. Mulai dari produksi pabrik hingga handmade, mulai dari sayuran segar dan buah²an hingga produk laut. Pokoke utk kita² yg tinggal di Jerman bisa ngiri deh, apalagi jika kalian penggemar seafood pilihannya sangat banyak (brg-nya segar bow...bukan frozen).



Ps: foto² yg lain menyusul krn hrs diambil dari kameranya uwe.


Freitag, 10. Oktober 2008

Normandy and Bretagne I


Rencana liburan kita kali ini dirancang dgn waktu yg agak sempit krn pak supir sibuk dgn acara yg lain. Saya tidak sempat mempelajari kota² yg akan saya singgahi secara mendalam, hanya membaca sedikit dari buku dan internet. Pak supir yg memilih kota² yg akan kita kunjungi. Pokoke untuk liburan kali ini kami tdk mentargetkan sesuatu, soale semua itu akan tergantung dgn kondisi dan situasi yg ada.


Kota² yg akan menjadi base-camp tempat tinggal kita adalah : Calais, Etretat, Saint Malo dan Giverny. Seperti biasa sebelum melakukan perjalanan jauh, kita harus pergi ke bengkel utk chek-up mobil, apakah mesin dkk dalam kondisi ok atau tdk.
Lalu setelah kita mendapat signal "ok" dari semua hotel, saya segera mempersiapkan segala sesuatu yg dibutuhkan utk liburan selama 3 minggu. Berhubung liburan kita akan lebih banyak ditepi laut Atlantik dimana hembusan anginnya yg terkenal cukup kencang, jadinya saya hrs mempersiapkan banyak pakaian tebal serta jaket. Uwe wanti² ke saya utk membawa bantal serta selimut sendiri (kasurnya nggak sekalian pak ...??? ). Untung saja saya mempunyai selimut summer yg bisa dilipat hinga menjadi spt guling bayi. Tidak lupa berbagai jenis obat emergency.


So.....dgn membaca bismillah pada tgl 19 Septeber yg lalu kami berangkat menuju kota Calais dimana jarak yg akan ditempuh sejauh 536 km melalui negara Belanda (kota Eindhoven), kemudian Belgia (kota Antwerpen) baru akhirnya masuk ke negara Perancis. Saat menjelang akhir perbatasan Belgia-P'cis, kita mampir utk istirahat sebentar di kota Brugge. Masih ingat tidak bhw di awal bulan Desember 2007 kemarin kita juga pernah main ke kota Brugge. Di kota ini kita sempat jalan² bbrp jam sekedar meluruskan kaki dan menikmati suasana disekitarnya. Rupanya kota kecil ini tdk pernah sepi dari kunjungan para turis.



Calais and around I :


Alhamdulillah sore harinya kita tiba di kota Calais dgn selamat dan tanpa kesulitan dapat menemukan hotel Richelieau. Dikota ini kita akan tinggal selama 3 malam. Hotel Richelieau ini adalah hotel tua tetapi bersih, dibeberapa bagian terlihat sedang direnovasi. Bag receipsionist sangat ramah dan berusaha utk memberikan keterangan kpd kita dlm bahasa Inggris walaupun agak terbata-bata (jarang loh ada org P'cis yg mau berbahasa inggris). Didepan hotel terdapat taman hijau yg cukup luas. Setelah mengeluarkan isi koper kecil, kita berdua sempat tertidur sebentar krn kelelahan. Kita terbangun krn suara² dari taman di depan. Segera kita menyegarkan badan dan berjalan utk mengenal sedikit kota Calais.


Sebagai informasi mengenai harga sewa kamar di hotel² yg ada di P'cis yaitu kebanyakan mereka memasang harga hanya untuk kamar saja. Jika ingin sarapan pagi dihotel akan dikenakan biaya lagi. Anda termasuk beruntung jika menemukan hotel idaman yg memasang tarif dgn menulis inklusive sarapan pagi.


Rupanya kota Calais adalah kota pelabuhan, dimana dari kota ini kita bisa menyebrang ke arah pelabuhan Dover di negara Inggris dgn menggunakan Fery. Sayang.....saya tdk mempunyai visa Inggrsi, jadi tidak bisa nyebrang deh tuh. Di kota Calais ini masih ada beberapa bangunan tua yg berdiri dgn megah, sisanya adalah bangunan modern yg agak² mirip ruko yg terdiri atas toko² pakaian, bakerie, kelontong, ada juga Mall, cafe dan resto yg jumlahnya buanyak sekali. Saya tdk tahu apakah dahulu pada saat PD II kota ini pernah digempur oleh negara Jerman soale sisa bangunan tua di kota ini jumlahnya hanya sedikit.

Menurut saya kota Calais biasa saja tetapi yg membuat kota ini cantik adalah taman² yg ada disekitarnya. Terus terang saya memang sangat menyukai negara P'cis, entahlah sepertinya negara ini mempunyai daya pikat tersendiri. Yg menarik ketika mengunjung kota atau desa² di P'cis adalah, hampir disetiap kota maupun desa mempunyai taman hijau yg indah, tempat penduduk kota beristirahat dan bertemu, sekedar baca buku, bermain Pètanque, tempat anak² bermain, dll. Terkadang ditaman kota dihias dgn bunga warna-warni yg dibentuk dgn bermacam² motif, misalnya motif binatang, jam dinding, keranjang bunga atau yg lainnya. Di banyak lampu jalanan juga tergantung pot² bunga atau dibanyak perempatan jalan juga dihiasi bunga.