Mittwoch, 18. Juni 2008

Salzburg

Dikota Salzburg sayalah yg menjadi guide, kebetulan dahulu saya pernah berliburan bersama ibu mertua beberapa hari dikota ini. Uwe memang pernah singgah dikota ini tetapi itu juga sdh lama sekali. Saya menceritakan beberapa tempat yg pernah saya kunjungi dan sedikit sejarahnya.


Kita melalui Getreidegasse, Lindergasse - jalanan tua yg dibangun diseputar pusat kota Salzburg, rumah kelahiran Mozart, pasar tradisional, gang² sempit yg berada diantara rumah² tinggi, Dom kota Salzburg - gereja tua dimana dimusim summer dihalaman depannya sering diadakan panggung opera terbuka, dll. Menurut saya kota Salzburg dimusim summer lebih menarik daripada dimusim winter. Ornamen serta patung² besar yg ada ditengah kota tdk ditutupi dgn fleksiglass (pelindung dari salju). Hanya saja jika kita berliburan dimusim summer hrs booking hotel dari jauh² hari krn setiap tahun dikota ini akan dipenuhi turis dari manca negara, baik krn adanya Festival Opera & Musik tahunan maupun krn kota ini memang kota tujuan wisata.


Apa yang ada dikepala anda jika mendengar nama kota Salzburg ? kenalkah anda dgn seorang komponis besar yang bernama Wofgang Amadeus Mozart ?.....Yap, dikota inilah beliau dilahirkan. Jika mendengar nama kota Salzburg biasanya orang juga akan menghubungkannya dgn Musik, Opera dan juga coklat bulat yg berisi nugat dan marzipan, yg dinamakan Mozartkugel.

Cafe Furst terletak disebelah kanan- gedung berwarna rosa

Ada berbagai versi mengenai Mozartkugel ini, ada yg bilang yg asli adalah yg bungkusannya berwarna silver-biru. Sedangkan dipasaran saya mengenal 3 jenis yaitu yg bungkusannya silver-biru produk
kel-Fürst
, lalu dari produksi perusahaan Mirabell (keduanya produk Austria) serta dari Reber (Jerman). Menurut hikayat katanya niiiih, dahulu ditahun1890 ada seorang konditor (ahli pembuat kue) yg bernama Paul Fürst yg menciptakan coklat ini sebagai rasa respek dan cintanya kepada komponis besar Mozart. Tetapi rupanya beliau atau ahli warisnya lupa utk mempatenkan hasil kreasinya, ada juga yg bilang bhw dahulu hak paten belum terlalu diperhatikan dan dihargai, jadinya banyak yg mengcopy hasil kreasi beliau.


Saya sempat membeli bbrp kotak dari coklat ini, sekedar oleh² utk mertua dan keluarga. Menurut saya rasa coklat ini terlalu manis, tp itu mungkin krn saya bukan pecinta milk-chocolate, saya lebih menyukai dark atau bitter chocolate. Menurut uwe, rasa coklat produk dari Reber lebih enak dari Mirabell. Klo yg asli dia blom pernah mencoba dan payahnya waktu disini kita tdk tertarik utk mencobanya. Ah ya, cafe keluarga Fürst sampai saat ini masih ada (rumah tingkat yg berwarna merah jambu). Jika kalian berada di Salzburg, jangan lupa berkunjung ke cafe yg terletak diseberangnya, yg bernama "Tomaselli", sebuah cafe tua yg s
angat menarik . Sejak jaman dahulu cafe ini adalah tempat "mejeng" para pecinta Opera.
Saya ingat
saat mampir dicafe ini dan ingin memesan sepotong cake. Ternyata seorang pelayan membawakan saya sebuah nampang panjang dan besar yg berisi berbagai macam kue yg bisa langsung saya pilih tanpa perlu pergi ke etalase kue pajangan. Tetapi menurut saya, di kota Salzburg ada banyak cafe yang cozy dan menarik dan yg paling penting adalah rasa dan aroma kopi yg disajikan juga sangat enak, kalah deh cafe Starbuck.


Sayang rupanya kita terlalu asyik jalan kesana-kemari sambil mencuci mata di beberapa toko. Apalagi waktu itu saya melihat ada sebuah toko yg khusus menjual telur² hiasan utk hari Paskah. Mereka memakai kulit telur asli, mulai dari telur ayam hingga telur burung Onta. Decak kagum dan pesona sering keluar dari mulut saya melihat berbagai macam motif hiasannya, mulai dari motif modern hingga tradisional, mulai dari warna² terang hingga warna lembut . Pokoke setiap orang pasti bisa menjumpai motif dan warna yg disukai. Hampir saja saya membeli beberapa butir, tetapi otak bawah sadar saya mengingatkan utk berpikiran lebih logis selain itu harganya yg cukup mmmm...mmmmm.


Akhirnya kita lupa utk naik ke kastil yg ada diatas bukit yg bernama Festung Hohensalzburg , krn sekitar jam 5 sore loketnya sdh ditutup. Sebenarnya saya ingin mengajak uwe utk menikmati kota Salzburg dari atas bukit. Tadinya saya juga ingin masuk ke studio foto utk berpose ala jaman kolonial atau berpakaian ala pemain opera, tetapi studionya juga sdh keburu tutup. Payoyeh....beginilah kalau liburan dimusim winter, banyak tempat ² yg cepat ditutup. Ah ya, dimusim summer kalian bisa main ke taman yg bernama Mirabell Park dan kastil Mirabell, taman dgn bangunan kastil yg sangat bagus.


Sebagai kenangan terakhir uwe mengajak saya utk menemani dia melihat makam tua yg bernama St-Peter, dimana disini banyak dimakamkan komponis² terkenal dari jaman dahulu, para seniman besar dan juga keluarga dari Mozart. Disamping makam in ada sebuah resto tua yg bernama St-Peter Keller, cobain deh makan disini seingat saya dahulu rasa masakannya sangat enak. Sayang saat itu resto belum buka tetapi kita sdh harus cabut dari Salzburg.


Dalam perjalanan pulang terjadi kemacetan. Menjelang malam kita mampir dikota Bad Reichenhall kota yg terkenal sebagai tempat peristirahatan bagi orang² yg punya penyakit paru². Setelah bertanya kepada seseorang, resto mana yg kira² sangat dianjurkan utk dicoba, akhirnya kita memasuki sebuah resto dgn bangunan tua yg ruangannya sangat besar dan berkesan tradisional. Rupanya apa yg dianjurkan orang tersebut sangat tepat, kita puas dgn kwalitas makanan dan servicenya. Setelah itu kita cabut menuju hotel.....back to the nature.

Keesokan harinya saat sarapan pagi saya dan uwe berdiskusi kembali setelah mendengar berita ttg ramalan cuaca yg hari itu akan sangat jelek. So.....daripada hanya bisa berdiam dihotel saja, akhirnya kita memutuskan utk pulang kerumah. Untungnya pemilik hotel sangat baik dan mau mengerti dgn alasan kita. Mereka tdk mengenakan denda atas keputusan kita yg ingin mendadak utk pulang, woowww....jarang loh ada hotel yg punya service seperti ini.


Sonntag, 15. Juni 2008

Zauberwald dan Hintersee - hari ke 2

So....kali ini saya akan melanjutkan cerita liburan winter yg lalu - hari ke 2 didaerah Zauberwald (magic forest). Saat sarapan pagi kita mendengar berita di radio tentang cuaca, dimana diperkirakan cuaca utk 2-3 hari ke depan tidak akan ramah. Kemungkinan akan datang badai yang bernama "Emma". Sambil sarapan kita berdiskusi sebentar kira² hari ini akan melakukan apa saja. Berhubung maksud uwe datang dan menginap di dekat danau Hintersee ini yaitu ingin mengenang memori lama saat dia masih kecil bersama ortu pernah berjalan mengitari danau dan hutan disekitarnya. Oleh karena itu setelah sarapan kita melakukan acara tesebut. Suhu diluar masih cukup dingin, dibeberapa sudut terlihat uap yg berhembus krn sang mentari menyinari bagian yg masih membeku.

Pada awalnya saya agak pesimis sekaligus penasaran mengapa hutan ini dinamakan Zauberwald (magic forest). Perlu diketahu bahwa Zauberwald terletak didaerah Ramsau, dibagian selatan-timur provinsi Bayern dan terletak tepat diperbatasan negara Austria. Menurut cerita katanya hutan ini berasal dari reruntuhan bebatuan dari pegunungan sekitarnya, itu terjadi ribuan tahun yg lalu. Lalu dari sela-sela tumpukan bebatuan tumbuhlah berbagai jenis pepohonan. Bebatuan ini bentuknya bermacam², ada yg kecil, sedang dan bahkan besar segede kerbau atau badan gajah. Dari proses alamiah itu terbentuklah hutan yg liar tetapi terkesan romantis dan sepertinya punya daya magis. Yg menarik adalah dipinggir hutan dilalui oleh sungai yang airnya jernih, berasal dari danau Hintersee.

Sepertinya yg saya ceritakan bahwa saya senang menikmati air jernih yg mengalir. Nah....ternyata hutan ini memang sangat menarik, apalagi banyak batu² besar yg diselimuti lumut , pohon² pinus, suplier, bunga² liar serta rempah². Agak² mirip dgn hutan di film² dongeng, misalnya hutan tempat tinggal putri salju dan para liliput. Diperjalanan terkadang kita berpapasan dgn beberapa turis, malahan ada yg menggunakan mountain bike. Wealaaaah.....gak bisa ngebayangin deh gimana mengendarainya, wong tempat jalannya sempit, berbatu dan turun-naik.

Disudut tertentu, dimulut hutan ditepi danau saya duduk menikmati pemandangan indah dan sinar matahari yg ramah. Pemandangannya cocok utk lukisan atau mungkin kartu pos. Saya meminjam kamera milik uwe utk mengabadikan beberapa moment yg indah. Biasa deh, terkadang saya malas membawa kamera krn ingin bebas menikmati pemandangan. Setelah puas kita kembali ke hotel utk memutuskan tujuan selanjutnya.

Sebenarnya saya punya beberapa rencana saat berliburan didaerah Berchtesgaden ini, misalnya saya ingin sekali berkunjung ke Salzbergwerk (tempat penambangan garam), tempat ini sangat menarik utk dikunjungi. Dahulu saat berliburan ke daerah Berchtesgaden saya tdk mempunyai kesempatan ini krn kita pergi liburannya bersama kelompok dan sdh terprogram. Selain itu saya juga ingin melihat jurang Wimbachklamm, kemudian pergi ke danau Königssee dan kalau bisa ke pulau St Bartholomä sekaligus mengenang memori 8 tahun yg lalu. Baru setelah itu pergi ke Salzburg, juga memori sekaligus kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh. Mungkin nanti saat kita ingin meninggalkan daerah Berchtesgaden kita akan melalui jalur romatis yg letaknya tdk jauh dgn gunung Kehlstein , kalau bisa sih naik ke atas gunungnya. Saya ingat bhw dahulu saya pernah termangu-mangu melihat pemandangan indah dari rangkai pegunugan Alpen ini dan saya ingin menikmatinya sekali lagi . Selain itu saya juga ingin mengajak uwe melihat bekas rumah peristirahatan Hitler yg terletak dipuncak gunung (sekarang jadi resto). Tetapi sayang seribu saya kita harus mempertimbangkan semua rencana tersebut dgn laporan cuaca yg ada.


Berhubung hari sudah menjelang petang dan kebetulan cuaca masih agak bagus, kita memutuskan utk pergi ke Salzburg, jika masih memungkinkan kita lihat acara selanjutnya, maklum dimusim winter sang matahari cepat sekali turun keperaduannya.