So....kali ini saya akan melanjutkan cerita liburan winter yg lalu - hari ke 2 didaerah Zauberwald (magic forest). Saat sarapan pagi kita mendengar berita di radio tentang cuaca, dimana diperkirakan cuaca utk 2-3 hari ke depan tidak akan ramah. Kemungkinan akan datang badai yang bernama "Emma". Sambil sarapan kita berdiskusi sebentar kira² hari ini akan melakukan apa saja. Berhubung maksud uwe datang dan menginap di dekat danau Hintersee ini yaitu ingin mengenang memori lama saat dia masih kecil bersama ortu pernah berjalan mengitari danau dan hutan disekitarnya. Oleh karena itu setelah sarapan kita melakukan acara tesebut. Suhu diluar masih cukup dingin, dibeberapa sudut terlihat uap yg berhembus krn sang mentari menyinari bagian yg masih membeku.
Pada awalnya saya agak pesimis sekaligus penasaran mengapa hutan ini dinamakan Zauberwald (magic forest). Perlu diketahu bahwa Zauberwald terletak didaerah Ramsau, dibagian selatan-timur provinsi Bayern dan terletak tepat diperbatasan negara Austria. Menurut cerita katanya hutan ini berasal dari reruntuhan bebatuan dari pegunungan sekitarnya, itu terjadi ribuan tahun yg lalu. Lalu dari sela-sela tumpukan bebatuan tumbuhlah berbagai jenis pepohonan. Bebatuan ini bentuknya bermacam², ada yg kecil, sedang dan bahkan besar segede kerbau atau badan gajah. Dari proses alamiah itu terbentuklah hutan yg liar tetapi terkesan romantis dan sepertinya punya daya magis. Yg menarik adalah dipinggir hutan dilalui oleh sungai yang airnya jernih, berasal dari danau Hintersee.

Sepertinya yg saya ceritakan bahwa saya senang menikmati air jernih yg mengalir. Nah....ternyata hutan ini memang sangat menarik, apalagi banyak batu² besar yg diselimuti lumut , pohon² pinus, suplier, bunga² liar serta rempah². Agak² mirip dgn hutan di film² dongeng, misalnya hutan tempat tinggal putri salju dan para liliput. Diperjalanan terkadang kita berpapasan dgn beberapa turis, malahan ada yg menggunakan mountain bike. Wealaaaah.....gak bisa ngebayangin deh gimana mengendarainya, wong tempat jalannya sempit, berbatu dan turun-naik.
Disudut tertentu, dimulut hutan ditepi danau saya duduk menikmati pemandangan indah dan sinar matahari yg ramah. Pemandangannya cocok utk lukisan atau mungkin kartu pos. Saya meminjam kamera milik uwe utk mengabadikan beberapa moment yg indah. Biasa deh, terkadang saya malas membawa kamera krn ingin bebas menikmati pemandangan. Setelah puas kita kembali ke hotel utk memutuskan tujuan selanjutnya.
Sebenarnya saya punya beberapa rencana saat berliburan didaerah Berchtesgaden ini, misalnya saya ingin sekali berkunjung ke Salzbergwerk (tempat penambangan garam), tempat ini sangat menarik utk dikunjungi. Dahulu saat berliburan ke daerah Berchtesgaden saya tdk mempunyai kesempatan ini krn kita pergi liburannya bersama kelompok dan sdh terprogram. Selain itu saya juga ingin melihat jurang Wimbachklamm, kemudian pergi ke danau Königssee dan kalau bisa ke pulau St Bartholomä sekaligus mengenang memori 8 tahun yg lalu. Baru setelah itu pergi ke Salzburg, juga memori sekaligus kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh. Mungkin nanti saat kita ingin meninggalkan daerah Berchtesgaden kita akan melalui jalur romatis yg letaknya tdk jauh dgn gunung Kehlstein , kalau bisa sih naik ke atas gunungnya. Saya ingat bhw dahulu saya pernah termangu-mangu melihat pemandangan indah dari rangkai pegunugan Alpen ini dan saya ingin menikmatinya sekali lagi . Selain itu saya juga ingin mengajak uwe melihat bekas rumah peristirahatan Hitler yg terletak dipuncak gunung (sekarang jadi resto). Tetapi sayang seribu saya kita harus mempertimbangkan semua rencana tersebut dgn laporan cuaca yg ada.
Berhubung hari sudah menjelang petang dan kebetulan cuaca masih agak bagus, kita memutuskan utk pergi ke Salzburg, jika masih memungkinkan kita lihat acara selanjutnya, maklum dimusim winter sang matahari cepat sekali turun keperaduannya.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen