Mittwoch, 5. November 2008

Amsterdam and Enkhuizen


Minggu lalu tepatnya hari kamis sore kita berangkat menuju Amsterdam, selain ingin melihat konser penyanyi Lizz Wright (klo mo lihat dia nyanyi bisa klik disini) kita juga ingin mengunjungi susan serta daan. Rencananya kita akan tinggal dirumah mereka selama 5 malam. Alhamdulilah perjalan dapat kita tempuh dgn cukup lancar. Kita sempat mampir sebentar di kota Deventer sekedar utk melemaskan kaki juga menunggu waktu. Kira² jam 5 sore kita sampai ditempatnya susan.


Setelah istirahat sebentar acara lanjut menuju pusat kota Amsterdam, tujuan kali ini adalah resto itali tempat biasa kita ber4 berkumpul. Setelah itu kita menuju ke gedung konser Paradiso. Ternyata ruangan sdh mulai terisi cukup banyak walaupun waktu konser masih 1 jam. Malam itu gedung tua tempat acara konser berlangsung benar² dipenuhi penggunjung. Konser musiknya sangat menarik walaupun ada banyak lagu yg tidak saya kenal. Saya sengaja tdk membawa kamera ke dlm gedung krn kamera yg saya punya tdk bisa dipakai didlm ruangan yg terlalu gelap.



Keesokan harinya kita berencana utk pergi ke Volendam krn dahulu susan pernah berjanji utk berfoto bersama dgn pakaianan tradisional ( sebenarnya susan paling benci dgn acara beginian). Rupa²nya hari itu susan sangat beruntung krn saat bangun tidur dia merasa tdk enak badan dan disertai pilek, mirip gejala demam. Seperti diketahui bhw Volendam itu kan terletak di pinggir laut dimana hembusan anginnya cukup kencang. Selain itu cuaca diluar juga kurang ramah. So....dari pada nanti ada apa² dgn susan akhirnya saya membatalkan acara piknik utk hari itu. Saya sempat sedih krn hari itu tidak melakukan kegiatan apa², tp sore harinya susan mengajak kami ber4 utk keluar rumah sekedar berjalan² disekitar pusat perbelanjaan.


Hari jum'atnya kita bertiga berencana utk mengunjungi kota Enkhuizen, daan tdk bisa ikut krn siang harinya harus masuk kerja. Kota Enkhuizen terletak disebelah utara kota Amsterdam, jauhnya kira² 60 km. Menurut saya kota Enkhuizen adalah kota kecil yg sgt manis, ada dermaga tempat parkir perahu² nelayan yg terlihat agak antik , banyak pohon² besar dan tua yg berjejer disepanjang dermaga, ada taman tempat beristirahat serta banyak bangunan tuanya.


Saat melewati sebuah taman kita bertiga sempat berhenti cukup lama utk melihat atraksi seorang wanita yg sedang melatih anjing miliknya. Saya tdk tahu nama jenis anjing ini ttp jenis anjing yg satu ini terkenal sgt cerdik dan biasanya dipakai oleh pengembala atau peternak domba utk menjaga hewan peliharaannya. Saya sempat memberikan applaus beberapa kali krn kagum melihat kepiawaian binatang yg satu ini.


Setelah cukup lama berjalan² dan sebagian jari kaki saya mulai membeku, akhrinya kita memutuskan utk menghangatkan diri dan masuk ke cafe. Uwe berandai-andai bhw jika saja kota osna (kota tempat kita tinggal ) secute ini dia akan sering² main ke pusat kota. Uwe kurang menyukai berjalan² dipusat kota osna yg penuh dgn toko² dan bangunan komersial. Dia lebih menyukai toko yg mempunyai karakter (bangunan antik dan terkesan hangat). Tanpa terasa haripun menjelang gelap. Seperti diketahui bhw kita hampir saja memasuki musim winter yg artinya sang mentari cepat sekali ingin bersembunyi. So....kita memutuskan utk cabut dari Enkhuizen dan menuju kota Pumerend.


Ceritanya malam itu kita akan makan Shoarma di resto Babylonia yg ada di kota Pumerend. Dahulu kita pernah makan disini, rasanya sangat memuaskan. Sebelum pergi ke resto kita sempat mampir ke toko klontong Indo yg ada dikota itu tp sayang saya tdk menemukan brg yg saya cari dan sepertinya kepemilikan toko ini sdh berpindah tangan. Kwantiti brg² produk Indo asli sdh berkurang dan pria setengah baya yg berada di belakang kasir juga tdk bisa berbahasa indo. Saya sempat sedih melihat situasi ini ttp uwe berusaha menghibur saya demikian susan yg mengatakan bhw esok hari saya pasti akan menemukan apa yg saya cari. So....akhirnya hati saya mulai terhibur dan merasa gembira akan acara makan shoarma di resto Babylonia. Resto ini tdk pelit dgn yg namanya saus. Jika anda memesan shoarma entah itu porsi kecil atau besar, biasanya akan disajikan 4 macam saus dan seporsi kecil acar bawang merah. Rasa sausnya sangat enak demikian juga acar bawang merah mentahnya. Sebenarnya saya itu paling anti makan bawang mentah ttp acar diresto ini harus anda dicoba , hanya saja kita harus hati² utk memakannya krn rasanya alamaaaak....amat sangat puedaaassss. Rasa pedasnya sampai kedalam kuping tp krn enak saya sempat mencoba lagi beberapa kali dan akhirnya hrs berhenti krn mulut saya mulai mengap² dan air mata juga mulai keluar. Untung saja ada saus yoghurt dan sebutir jeruk yg langsung saya makan. Ah....ya, jeruk tersebut adalah bonus dari resto, istilahnya utk dessert setelah makan shoarma. Pemilik resto juga sgt ramah, beliau berasal dari negara Syria. Pokoke jika anda punya kesempatan main ke kota Pumerend, cobain deh makan shoarma di resto ini, rasanya dijamin uhuuuyyy.




1 Kommentar:

Anonym hat gesagt…

kalau gak salah jenis anjing yang di foto itu border colie. Anjing yang pinter dan gak terlalu susah di didik.

Tira