Montag, 29. Oktober 2007

Osnabrueck - Amsterdam

Minggu lalu untuk kesekian kalinya kita main ke Amsterdam. Kali ini selain kita ingin berkunjung ketempatnya Susan (sahabat karib dan lamanya uwe) dan Daan, kita juga ingin melihat konsernya “Suzanne Vega“. Penyanyi yg satu ini adalah satu satu penyanyai favoritnya Uwe dan Susan. Kalo saya sebenarnya tidak terlalu mengenal Suzanne Vega tapi saya tahu ada beberapa lagu dari dia yg menurut saya cukup enak dan malah cukup terkenal, seperti "Tom's Dinner"serta “ My Name is Luka “

Susan, Daan, Parmegianno-Reggano ( keju Parmesan), Comte (keju dari P'cis) dan Ida

Sudut lain dari Amsterdam yg ternyata cukup sepi

Kita menginap selama 5 hari di rumahnya Susan dan Daan. Mereka tinggal di bagian utara kota Amsterdam. Kalau ingin ke pusat kotanya tinggal naik bis, kira² selama 10 menit. Seperti biasa, kita jalan² mengukur dan mengitari kota Amsterdam yg menurut saya selalu unik dan menarik, kalian klo main ke Amsterdam jgn hanya menulusuri Red Light aza yah, tp coba jalan ke bagian lainnya spt Jourdan atau sejenisnya. Kita sempat jalan ke sekitar Haarlemerstraat dan saya kepincut dgn sebuah toko keju dan roti, aroma yg keluar dari toko ini dan cara mereka menata keju (tdk spt toko keju sebelumnya) yg membuat saya harus masuk kesana. Saya sempat membeli sepotong keju yg rasanya cukup mild dan enak (sebenarnya saya bukan pecinta keju loh). Eh...ya, tidak lupa saya selalu mampir melihat supermarket yg ada didekat rumahnya Susan yaitu supermarket yg bernama Albert Heijn ( AH) dan C1000. Entah kenapa jika saya mengunjungi sebuah kota, saya berusaha utk melihat supermarket yg ada. Rasanya ingin tahu seperti apa sih supermarket di kota yg saya kunjungi. Supermarket yg ada di Amsterdam atau Holland biasanya tdk sebesar atau selengkap supermarket yg ada di Jerman. Tetapi mereka punya kelebihan tersendiri, misalnya supermarket AH, disini mereka menyediakan jenis sayuran yg cukup lengkap terutama jenis salad yg siap dimakan wwooowww....pilihannya cukup banyak, tertata dgn rapi. Saya juga pernah lihat kacang panjang dijual disini atau nasi didlm besek dari Pak Leony-tp kayaknya sekarang sdh tdk ada lagi deh. Atau jenis daging yg siap dimakan atau siap dimasak/panaskan, pilihannya lebih variatif dari pada di Jerman.

Toko Keju dan Backerie di Haarlemerstraat
Amsterdam
Selain itu kita juga sempat melancong 1 hari penuh ke kota Volendam, Edam dan Pumerend. Saya suka dengan suasana di kota Volendam, baik yang disepanjang tepi laut maupun bagian belakangnya yang penuh dgn gang, rumah² yg mungil dan manis serta jembatan tuanya. Hari itu cuaca agak lumayan deh alias nggak ada hujan, cuma yg nggak ku-ku adalah hembusan anginnya….wuuuuiiiih ….cukup kencang bo dan duingiiiin, saya aja hampir jatuh terterpa angin yg berhembus cukup keras. Apalagi kota Voendam kan letaknya tepat dipinggi pantai.

Volendam


Terus terang, saya salut dgn konsep yg dimiliki kota Volendam dlm menarik minat para turis. Jujur aja yah, kota ini sebenarnya kota kecil, bahkan bisa dibilang desa nelayan. Tetapi magnet yg dimiliki kota ini cukup dasyat dlm menarik minat turis lokal dan manca negara. Saat saya datang ke Volendam cuaca sedang tdk terlalu bagus dan musim turis pun sebenarnya juga sdh lewat (pertengahan musim gugur). Kita bisa mendptkan tempat parkir dgn mudah tanpa perlu membayar. Tadinya saya berpikir bhw kali ini kota Volendam akan sepi dari serbuan para turis. Rupanya perkiraan saya salah, ternyata masih banyak turis² yg berminat main ke kota ini. Ada beberapa bis wisata besar yg saya lihat, mereka berasal dari negara spanyol dan asia, belum lagi ditambah turis biasa yg datang bersama keluarga. Saya sempat masuk ke sebuah foto studio utk berpose sebagai wanita nelayan dari Volendam( ada bbrp foto studio yg menawarkan jasa spt ini ). Tahu nggak di foto studio ini ada foto eks petenis Gabriella Sabatini yg juga sedang memakai kostum tradisional. Tadinya saya ingin berpose berdua dgn uwe tp si abang menolak, malu katanya. Ya sutra....jadinya saya berpose sendirian deh sambil mesem² krn ditonton org² yg juga ingin berpose sama spt saya.

Dari situ truz kita lanjut main ke kota Edam, kota yg terkenal sebagai penghasil keju. Letak kota Edam tidak jauh dari Volendam, kira² hanya sekitar 3 km. Tak disangka, kota ini juga kota yg mungil tapi cute. Yg anehnya nih….ternyata saya hanya menjumpai 1 toko yg menjual berbagai jenis keju. Tadinya saya pikir, saya akan mendapatkan toko keju dimana-mana. Entah kapan, sepertinya saya ingin sekali kembali berkunjung ke kota ini dan ingin melihat atraksi yg berhubungan dgn keju, hanya saja kita hrs datang dimusim yg tepat. Setelah cukup putar² melihat beberapa pojokan kota Edam, acara kita lanjut ke kota Pumerend. Ceritanya uwe ingin sekali makan Shoarma dikota ini, yg menurut cerita dari sahabatnya kota ini memiliki resto Shoarma yg sangat enak.

Edam


Kota Pumerend adalah kota yg cukup besar, lebih besar dari Volendam dan Edam. Kita sempat jalan² sebentar sambil mencari resto Shoarma. Cukup sulit utk mencarinya krn ada banyak gang, banyak pertokoan serta resto. Secara tdk sengaja saya melihat sebuah toko yg memajang nama Indonesia. Iseng saya masuk kesana, siapa tahu mereka punya pop mie. Ternyata penjaga atau pemiliknya wanita Indonesia. Waktu itu saya tdk sempat bertanya banyak² krn merasa ada yg aneh dgn badan saya, mungkin terlalu banyak kena angin pantai. Saya hanya sempat membeli bbrp kotak pop mie dan keripik pisang tanduk. Selain itu saya sempat membeli makanan yg sdh jadi misalnya rendang daging dan sambal udang-pete. Sebenarnya saya hampir saja gelap mata melihat masakan yg terpajang dibalik kaca, rasanya ingin mencoba semuanya. Tetapi saya hrs mengontrol diri krn perjalanan liburan masih panjang, mana bisa saya bawa masakan tersebut utk dibawa pulang….hiks…hiks…hiks….

Keesokan paginya, ketika pemilik rumah masih terbenam didunia mimpi, saya menghangatkan nasi, rendang dan sambal udang pete. Lalu memakannya dgn penuh lahap….wwwaaaahhhhh enaaaakkkk…..sayang nasi yg saya beli sdh habis, padahal sambal udang dan rendangnya masih ada…piye toh ida ???? Terpaksa sisanya saya tinggal dikulkasnya Susan…hi..hi…hi…pasti nanti mereka binun deh saat mencium aroma masakan tersebut. Malam harinya kita sempat mengundang Susan dan Daan utk makan disebuah resto sebagai tanda terimakasih atas kebaikan mereka menampung kita. Hari Jum'atnya kita cabut ke arah Brussel-Belgia.


Ps: semua foto dijepret oleh uwe, soale daku kebagian bikin pilem.